Awal 2026 Langsung Ngebut, Kredit Raksasa Bank BUMN Ini Tembus Rp1.511 Triliun
Secara profitabilitas, laba bersih month to date (MTD) tumbuh double digit, ditopang kenaikan Net Interest Income (NII) 10,2 persen YoY. Biaya dana (Cost of Fund/CoF) turun 27 basis poin dibanding bulan sebelumnya menjadi 2,06 persen pada Januari 2026. Perbaikan ini ikut mendorong rasio efisiensi, dengan Cost to Income Ratio (CIR) turun menjadi 37,75 persen dari posisi di atas 40 persen pada bulan sebelumnya.
Pendapatan nonbunga juga menguat. Fee Based Income (FBI) recurring tumbuh 16,1 persen YoY, seiring peningkatan aktivitas transaksi ritel, korporasi, hingga treasury. Transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri naik 49,3 persen YoY, Kopra by Mandiri tumbuh 27 persen YoY, sementara transaksi treasury meningkat 33 persen YoY.
“Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” imbuh Novita.
Dari sisi risiko, kualitas kredit relatif terjaga. Cost of Credit (CoC) turun 21 basis poin YoY menjadi 0,35 persen, sementara rasio Non-Performing Loan (NPL) stabil di level 0,97 persen atau turun 3 basis poin secara tahunan. Angka ini mencerminkan tekanan kredit bermasalah yang masih terkendali di tengah ekspansi dua digit.
Editor : Ismail