get app
inews
Aa Text
Read Next : Kinerja Moncer 2025, Aset Bank Mandiri Tumbuh 16,6 Persen

Awal 2026 Langsung Ngebut, Kredit Raksasa Bank BUMN Ini Tembus Rp1.511 Triliun

Senin, 23 Februari 2026 | 11:17 WIB
header img
Kantor Pusat Bank Mandiri. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id- Di tengah dorongan pemerintah agar perbankan memperbesar pembiayaan ke sektor produktif dan menjaga likuiditas awal tahun, salah satu bank pelat merah membuka 2026 dengan ekspansi kredit dua digit dan efisiensi yang membaik.

Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit secara bank only sebesar 15,62 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.511,4 triliun pada Januari 2026. Ekspansi pembiayaan tersebut turut mengerek total aset menjadi Rp2.191,9 triliun atau naik 13,96 persen YoY.

Pertumbuhan kredit ini terjadi di tengah upaya industri perbankan menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset. Manajemen menyebut penyaluran pembiayaan tetap difokuskan pada sektor produktif, termasuk ekosistem UMKM dan pelaku usaha di berbagai daerah.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan tersebut mempertegas komitmen perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, termasuk ekosistem UMKM dan pelaku usaha di berbagai daerah. Langkah ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Senin (23/2).

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29 persen YoY. Struktur dana didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving Account (CASA) 73 persen. Komposisi ini memberi ruang efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas di tengah persaingan penghimpunan dana.

Secara profitabilitas, laba bersih month to date (MTD) tumbuh double digit, ditopang kenaikan Net Interest Income (NII) 10,2 persen YoY. Biaya dana (Cost of Fund/CoF) turun 27 basis poin dibanding bulan sebelumnya menjadi 2,06 persen pada Januari 2026. Perbaikan ini ikut mendorong rasio efisiensi, dengan Cost to Income Ratio (CIR) turun menjadi 37,75 persen dari posisi di atas 40 persen pada bulan sebelumnya.

Pendapatan nonbunga juga menguat. Fee Based Income (FBI) recurring tumbuh 16,1 persen YoY, seiring peningkatan aktivitas transaksi ritel, korporasi, hingga treasury. Transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri naik 49,3 persen YoY, Kopra by Mandiri tumbuh 27 persen YoY, sementara transaksi treasury meningkat 33 persen YoY.

“Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” imbuh Novita.

Dari sisi risiko, kualitas kredit relatif terjaga. Cost of Credit (CoC) turun 21 basis poin YoY menjadi 0,35 persen, sementara rasio Non-Performing Loan (NPL) stabil di level 0,97 persen atau turun 3 basis poin secara tahunan. Angka ini mencerminkan tekanan kredit bermasalah yang masih terkendali di tengah ekspansi dua digit.

Sebagai bank berkode emiten BMRI dan bagian dari ekosistem Danantara, perseroan menyatakan akan tetap fokus pada sektor prioritas yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026,” pungkas Novita.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut