Menyeberang Demi Ladang Jagung, Ian Tak Pernah Kembali dari Sungai Belawan
MEDAN, iNewsMedan.id— Pagi itu Ian (35) pamit seperti biasa. Ia hendak menyeberangi Sungai Belawan untuk menanam jagung di lahannya di seberang. Tak ada yang menyangka langkah rutinnya berubah menjadi perjalanan terakhir. Arus sungai yang meninggi setelah hujan deras menyeret tubuhnya, menelan harapan keluarga yang menunggu di rumah.
Peristiwa terjadi Senin (16/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Warga sempat melihat Ian berjuang melawan arus yang tiba-tiba deras. Teriakan minta tolong terdengar, beberapa orang mencoba mendekat, namun arus terlalu kuat. Dalam hitungan detik, ia hilang dari permukaan air.
Laporan warga langsung diteruskan ke tim penyelamat. Sejak siang itu, pencarian tak pernah benar-benar berhenti. Perahu karet menyisir aliran sungai, petugas berjalan di bantaran, sementara alat sonar memindai dasar air yang keruh. Hari berganti, harapan keluarga masih bertahan di tepi sungai.
Baru pada Rabu (18/2) sekitar pukul 15.00 WIB, kabar yang ditunggu sekaligus ditakuti datang. Tubuh Ian ditemukan sekitar 11 kilometer dari lokasi ia terakhir terlihat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan derasnya arus menjadi faktor utama korban terseret.
“Korban diduga tidak mampu melawan arus sungai yang meningkat setelah hujan. Tim melakukan pencarian maksimal sejak laporan diterima hingga akhirnya korban ditemukan,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menambahkan operasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat, pemerintah daerah, hingga relawan warga yang ikut membantu pencarian.
“Kami turut berduka kepada keluarga. Kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika debit air naik,” katanya.
Jenazah Ian langsung dibawa ke rumah duka. Di sana, keluarga yang sejak awal menunggu dengan cemas akhirnya harus menerima kenyataan pahit: pria yang pergi menyeberang untuk menanam jagung itu pulang dalam diam.
Editor : Ismail