Rico Waas: Perbedaan Awal Puasa Adalah Kekayaan, Jangan Jadi Perpecahan
MEDAN, iNewsMedan.id - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan pesan persatuan kepada seluruh masyarakat. Rico menekankan bahwa potensi perbedaan waktu dimulainya awal puasa tidak boleh merusak silaturahmi, melainkan harus dimaknai sebagai kekayaan perspektif dalam beragama.
Pesan ini disampaikan Rico saat menghadiri kegiatan Rukyatul Hilal yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan bekerja sama dengan Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU di Jalan Denai, Selasa (17/2/2026).
"Kita sudah berpuluh-puluh tahun hidup dalam saling pengertian. Mau mulainya barengan atau berbeda, kita harus tetap saling menghormati sebagai satu bangsa Indonesia yang saling menyayangi dan menguatkan," ujar Rico Waas di hadapan para tokoh agama dan alim ulama.
Alih-alih menghabiskan energi untuk memperdebatkan masalah teknis penanggalan, Rico mengimbau warga untuk lebih fokus pada persiapan mental dan spiritual. Menurutnya, esensi Ramadan adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kita sibuk berdebat hingga kualitas ibadah kita justru berkurang," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga memuji fasilitas OIF UMSU yang disebutnya sebagai observatorium kelas dunia dan menjadi kebanggaan warga Medan dalam pengembangan ilmu falak di Indonesia.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Acara pemantauan hilal ini turut dihadiri oleh Rektor UMSU Prof. Agussani, Ketua MUI Medan Hasan Matsum, Kepala Kemenag Medan Impun Siregar, serta jajaran pimpinan perangkat daerah dan ormas Islam di Kota Medan.
Editor : Jafar Sembiring