Puasa Ramadhan 2026 Tinggal Hitungan Hari, Utang Puasamu Sudah Lunas Belum?
iNewsMedan.id- Ramadhan 2026 tinggal 2–3 hari lagi. Timeline sudah mulai penuh ucapan “Marhaban ya Ramadan”, grup keluarga makin aktif, dan jadwal sahur mulai dibahas.
Tapi ada satu pertanyaan yang sering bikin deg-degan:
Utang puasa tahun lalu sudah diganti belum?
Kalau masih ada sisa, ini waktunya gerak cepat.
Sampai Kapan Boleh Qadha Puasa?
Buat yang tahun lalu nggak puasa karena haid, nifas, sakit, atau safar, tenang—Islam memang kasih keringanan. Tapi bukan berarti kewajibannya hilang. Tetap harus diganti (qadha).
Secara aturan fikih, waktu qadha itu panjang. Dimulai sejak 1 Syawal sampai akhir bulan Sya’ban sebelum Ramadhan berikutnya.
Artinya?
Batas akhirnya adalah sebelum Maghrib di hari terakhir Sya’ban.
Begitu azan Maghrib tanda masuk 1 Ramadan berkumandang, kesempatan qadha resmi selesai.
Jadi kalau sekarang tinggal 2–3 hari lagi menuju Ramadan 2026, ini literally last call.
Dalilnya Gimana?
Ibunda Nabi, Aisyah RA pernah berkata:
“Aku memiliki utang puasa Ramadan dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban.”
(HR. Sahih Bukhari no. 1950 dan Sahih Muslim no. 1146)
Dalam penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani di kitab Fathul Baari, hadis ini menunjukkan bahwa menunda qadha sampai Sya’ban itu boleh.
Tapi…
Menundanya sampai lewat Sya’ban tanpa alasan syar’i? Itu yang jadi masalah.
Kalau Sampai Ramadan Datang dan Belum Qadha?
Nah, ini yang perlu kamu tahu.
Kalau qadha belum ditunaikan sampai Ramadan berikutnya masuk, maka:
Tetap wajib mengganti puasanya, dan
Bisa jadi wajib bayar fidyah (tergantung kondisi dan pendapat ulama).
Ukuran fidyah umumnya:
Sekitar 1 mud beras per hari
Kira-kira ± 5–8 ons bahan makanan pokok (tergantung mazhab)
Ada perbedaan pendapat ulama:
Ada yang bilang cukup qadha saja, tanpa fidyah.
Ada yang mewajibkan fidyah kalau menundanya tanpa uzur.
Bahkan ada yang menghitung fidyah sesuai lama penundaan (misalnya telat 2 tahun = 2 mud per hari).
Kalau penundaan karena alasan syar’i yang valid, sebagian ulama tidak mewajibkan fidyah.
Real Talk Buat Kita
Jujur aja, kadang bukan karena nggak sempat.
Kadang cuma karena nunda terus sampai lupa.
Padahal kalau dihitung, misalnya utang 5 hari:
Bisa dicicil puasa Senin–Kamis
Bisa ambil akhir pekan
Bisa dirapel beberapa hari sekaligus
Sekarang tinggal 2–3 hari lagi menuju Ramadan.
Kalau masih ada sisa dan masih mampu, ini momen terakhir buat beresin.
Jangan sampai Ramadan datang, tapi kita masih bawa “utang lama”.
Intinya
1. Qadha puasa boleh dari Syawal sampai akhir Sya’ban.
2. Batas terakhirnya: sebelum Maghrib di hari terakhir Sya’ban.
3. Lewat dari itu? Tetap wajib qadha, dan bisa jadi ada kewajiban fidyah.
Ramadan bukan cuma soal menu buka dan konten ngabuburit.
Ini soal kesiapan hati — dan termasuk membereskan kewajiban yang tertunda.
Masih ada waktu. Sedikit.
Gas atau lewat?
Editor : Ismail