get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragedi Anak SD Bunuh Diri, Sofyan Tan: Pendidikan Tak Boleh Kalah oleh Kemiskinan

Angpao Tak Ubah Nasib, Pendidikan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:09 WIB
header img
dr Sofyan Tan saat memberikan pesan Imlek 2026 dalam rangkaian acara tali asih dan bakti sosial di pelataran Auditorium Bung Karno, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Jalan Sunggal, Gang Bakul, Medan, Sabtu (7/2). Foto: Istimewa 

MEDAN, iNewsMedan.id – Tidak bisa menulis dan tidak bisa membaca. Bahkan mengeja namanya sendiri pun tak sanggup. Dia hanya bisa menyebut namanya Aing, warga Jalan Bunga Raya III. Bersama cucunya Marcela duduk di depan mendengarkan dr Sofyan Tan memberikan pesan Imlek 2026 dalam rangkaian acara tali asih dan bakti sosial di pelataran Auditorium Bung Karno, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Jalan Sunggal, Gang Bakul, Medan, Sabtu (7/2).

Aing tak pernah mengenyam bangku sekolah. Orangtuanya miskin, anak banyak, hidup berpindah-pindah. Hingga kini, kemiskinan itu seperti diwariskan dari generasi ke generasi. Ayah Marcela pun telah pergi meninggalkan keluarga.

Namun hari itu, Aing membawa satu harapan sederhana, agar cucunya kelak bisa sekolah di SD Sultan Iskandar Muda.

“Mau sekolah di sini (SD Sultan Iskandar Muda) ,” ujar bocah berpita merah berusia 6 tahun itu.

Marcela adalah salah satu anak yang disapa dan disalam Sofyan Tan secara langsung sambil menawarkan agar kelak bisa sekolah dan berkuliah hingga perguruan tinggi. Sehingga kehidupan keluarga Marcela kelak berubah tidak lagi dibayang-bayangi kemiskinan turun-temurun.

Ketua Dewan Pembina YPSIM dr Sofyan Tan mengungkapkan warga sekitar Sunggal sudah turun-temurun hidup dalam garis kemiskinan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya minat untuk meraih pendidikan hingga perguruan tinggi. Lebih banyak memilih untuk langsung bekerja. Untuk itulah dirinya punya tekad yang kuat mendirikan sekolah mulai TK hingga perguruan tinggi di daerah Sunggal untuk warga kurang mampu agar bisa mengubah nasib keluarga lepas dari jerat kemiskinan.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan tali asih yang diberikan kepada 88 warga sekitar Sunggal jelang Imlek tidak akan bisa membuat kaya. Menurutnya pemberian tersebut hanya sekedar ingin berbagi kebahagiaan bersama.

Angpao dan sembako nggak akan buat kaya. Hanya untuk berbagi kebahagiaan jelang Imlek. Jika ingin kaya dan mengubah nasib, jalannya hanya dengan pendidikan, sekolahkan cucu dan anak-anaknya hingga perguruan tinggi, dan jangan lagi berjudi,” pesan Sofyan Tan.

 Usai pembagian tali asih, Sofyan Tan melanjutkan bakti sosial Imlek bersama Lions Club Indonesia Distrik 307-A2

Gabungan Daerah 1C & 1D di tiga lokasi yakni Tandam Hulu, Deli Serdang, Sunggal dan Titi Kuning, Medan. Turut hadir dalam acara Presiden Pertama Lions Club Medan Lestari, CP Finche Kosmanto, Ketua Daerah 1 D KD Sintia, Ketua Panitia, PP Irwan Susanto, Sekretaris Panitia PP Bobby Lim, Bendahara Panitia PP Ridwan, Presiden Lions Club Medan Priority Lion Ivanna, Presiden Lions Club Medan Kasuari Lion Linda, PP Suryani, Lion Hendra dan Lion Austin.

Dalam kesempatan itu Sofyan Tan berpesan bahwa Tahun Baru Imlek 2026 dengan Shio Kuda Api akan menjadi simbol penyemangat untuk bisa meraih sukses. “Tahun kuda api ini simbol kita untuk berlari kencang dengan penuh semangat yang tinggi dan energi berapi-api,” pungkasnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut