Musa Rajekshah ke BBPJN: Kenapa Pilih Underpass yang Rawan Banjir di Medan yang Diapit 3 Sungai
MEDAN, iNewsMedan.id – Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, mengkritik keras perubahan perencanaan pembangunan di Jalan Gatot Subroto, Medan, yang semula direncanakan sebagai flyover namun berubah menjadi underpass. Hal ini disampaikannya saat meninjau lokasi proyek bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, dan anggota lainnya pada Jumat (30/1/2026).
Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck, mengkhawatirkan infrastruktur bawah tanah tersebut justru akan memicu masalah baru, terutama banjir dan beban biaya perawatan pompa yang tinggi. Mengingat geografis Kota Medan yang diapit tiga sungai besar, risiko genangan air menjadi sorotan utama.
"Underpass ini kita apresiasi sangat membantu transportasi masyarakat di Kota Medan. Permasalahan yang dari dulu masih terjadi, adalah banjir di Kota Medan. Ada tiga sungai besar yang membela kota Medan. Masalah kemacetan jalan. Dulunya ini akan dibangun Flyover, tepi kenapa bisa berubah menjadi Overpass," kata Musa Rajekshah.
Ijeck menekankan bahwa secara teknis, underpass sangat bergantung pada kinerja pompa air. Jika sistem tersebut gagal, area tersebut berisiko menjadi "kolam" raksasa saat hujan deras melanda.
"Secara teknis saya gak paham juga kenapa ini bisa menjadi Underpass, ini kan juga rawan dengan genangan air. Jika terjadi banjir, jantung Underpass ini agar bisa terus dilalui dengan mengandalkan Pompa Air. Kalau pompa tersebut mati, apa gak menjadi kolam. Jadi kenapa bisa berubah ini perencanaan, dari Flyover menjadi Underpass," ucapnya.
Editor : Jafar Sembiring