get app
inews
Aa Text
Read Next : Kunjungi Deliserdang, Ijeck Soroti Banjir Klambir 5: BBWS II dan Pemprov Diminta Segera Bertindak!

Musa Rajekshah ke BBPJN: Kenapa Pilih Underpass yang Rawan Banjir di Medan yang Diapit 3 Sungai

Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:17 WIB
header img
Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, bersama Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meninjau underpass di Jalan Gatot Subroto, Medan. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id – Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, mengkritik keras perubahan perencanaan pembangunan di Jalan Gatot Subroto, Medan, yang semula direncanakan sebagai flyover namun berubah menjadi underpass. Hal ini disampaikannya saat meninjau lokasi proyek bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, dan anggota lainnya pada Jumat (30/1/2026).

Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck, mengkhawatirkan infrastruktur bawah tanah tersebut justru akan memicu masalah baru, terutama banjir dan beban biaya perawatan pompa yang tinggi. Mengingat geografis Kota Medan yang diapit tiga sungai besar, risiko genangan air menjadi sorotan utama.

"Underpass ini kita apresiasi sangat membantu transportasi masyarakat di Kota Medan. Permasalahan yang dari dulu masih terjadi, adalah banjir di Kota Medan. Ada tiga sungai besar yang membela kota Medan. Masalah kemacetan jalan. Dulunya ini akan dibangun Flyover, tepi kenapa bisa berubah menjadi Overpass," kata Musa Rajekshah.

Ijeck menekankan bahwa secara teknis, underpass sangat bergantung pada kinerja pompa air. Jika sistem tersebut gagal, area tersebut berisiko menjadi "kolam" raksasa saat hujan deras melanda.

"Secara teknis saya gak paham juga kenapa ini bisa menjadi Underpass, ini kan juga rawan dengan genangan air. Jika terjadi banjir, jantung Underpass ini agar bisa terus dilalui dengan mengandalkan Pompa Air. Kalau pompa tersebut mati, apa gak menjadi kolam. Jadi kenapa bisa berubah ini perencanaan, dari Flyover menjadi Underpass," ucapnya.

Ia juga menduga adanya kepentingan kelompok tertentu di balik perubahan mendadak perencanaan tersebut, yang dinilai berpotensi memboroskan keuangan negara dalam jangka panjang.

"Jangan gara-gara kepentingan kelompok, uang negara habis untuk merubah perencanaan pembangunan, uang negara kedepannya akan habis sia-sia," kata dia.

Menurutnya, pembangunan flyover jauh lebih efisien karena minim biaya perawatan rutin dibandingkan underpass yang membutuhkan operasional pompa terus-menerus.

"Akan terus keluar biaya untuk perawatan pompa airnya. Karena gak hujan lebat saja, pompa ini juga harus bekerja untuk menguras air yang ada di bawah. Uang negara terus keluar untuk ini saja. Harusnya berpikir untuk pembangunan yang dipakai jangka panjang," jelasnya.

Lebih lanjut, Ijeck membandingkan pembangunan di negara maju seperti Jepang yang lebih mengutamakan jalur layang untuk kemudahan pengembangan rute di masa depan.

"Contoh saya lihat di Jepang, di sana itu semua jalan di atas. Kalau dia pun underpass, dia hanya melewati laut. Kalau sudah Underpass, mana mungkin bisa bikin lagi bertingkat ke bawah, kalau Flyover mungkin bisa ditambah," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Hardi Siahaan, menjelaskan bahwa keputusan membangun underpass didasarkan pada kondisi topografi dan struktur tanah yang dianggap layak untuk jalur bawah tanah.

"Pada kondisi ini hampir rata, kalau cembung kita pilih Underpass. Kalau cekung kita pilih Flyover. Kondisi tanah dasar cukup baik, pompa air bisa kita maneg. Kalau tanah dasar lunak kita pilih Flyover," ujar Hardi.

Hardi mengakui adanya keterbatasan pengembangan struktur underpass di masa depan, namun ia menekankan pentingnya manajemen persimpangan untuk mengurai kemacetan.

"Memang kita tidak bisa menambah lagi kalau Underpass ini sudah terbangun. Kita bisa membangun Flyover yang bersilangan dengan underpass. Kemacetan ini akan terjadi, kalau tidak dikelola persimpangan. Bagaimana management persimpangan," ungkapnya.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut