Tol Kutepat Jadi Urat Nadi Baru, Dorong Efisiensi Logistik dan Pariwisata Sumatera Utara
Pengamat Ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo, menilai Tol Kutepat, khususnya Seksi Kuala Tanjung – Indrapura, merupakan jembatan strategis untuk mengoptimalkan aset negara seperti Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
“Ini merupakan berita yang sangat baik bagi pemerintah dan para investor untuk dapat mengoptimalkan kembali Pelabuhan Kuala Tanjung karena dengan akses yang semakin efisien, aktivitas bongkar muat meningkat dan kapal pengangkut barang semakin banyak bersandar di Pelabuhan Kuala Tanjung sehingga dapat menaikkan pendapatan perekonomian bagi warga sekitar,” ujar Wahyu.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Program Asta Cita untuk menurunkan biaya logistik nasional hingga 8%. Wahyu menambahkan bahwa keberadaan rest area di KM 99 juga memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang.
“Infrastruktur ini memiliki peran penting untuk mendukung perpindahan barang serta masyarakat agar semakin efektif. Maka dari itu, telah beroperasinya ruas tol Kuala Tanjung – Indrapura dapat menjadi pintu utama keluar masuknya barang sehingga berpotensi untuk meningkatkan perekonomian di Sumatera Utara,” imbuh Wahyu.
Selain logistik, akses menuju Kota Pematang Siantar dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba kini semakin cepat melalui Seksi Tebing Tinggi – Sinaksak, yang diprediksi akan mendongkrak sektor pariwisata daerah.
Saat ini, Tol Kutepat telah terintegrasi dengan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi dan Tol Indrapura – Kisaran. Hamawas mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi batas kecepatan (60–80 km/jam) dan memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik. Jika terjadi kendala, masyarakat dapat menghubungi Call Center Kutepat di nomor +62 812 9595 3536.
Editor : Jafar Sembiring