Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pulihkan Aceh: Kolaborasi Relawan Lintas Lembaga Balut Luka Warga Aceh Tamiang Pascabanjir
Advertisement . Scroll to see content

AQL Laznas Peduli Evakuasi Ratusan Mushaf Al-Qur'an Rusak Akibat Banjir Aceh Tamiang

Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:44 WIB
  • author Jafar Sembiring
AQL Laznas Peduli Evakuasi Ratusan Mushaf Al-Qur'an Rusak Akibat Banjir Aceh Tamiang
Relawan AQL Laznas Peduli dari Pesantren Ibadurrahman Stabat, Ustaz Mukhsin, mengumpulkan mushaf Al-Qur’an yang rusak akibat terendam banjir lumpur di salah satu masjid di Aceh Tamiang. Foto: Istimewa

Ilyas menambahkan, pengumpulan dilakukan secara door-to-door dari masjid ke masjid untuk mencegah mushaf terbuang ke tempat sampah atau terinjak secara tidak sengaja. Beberapa titik pengumpulan di antaranya adalah Masjid Syuhada di Desa Bundar (250 eksemplar), Masjid Al-Ikhlas Desa Tanah Terban (25 eksemplar), dan Masjid Taqwa Desa Sungai Liput (75 eksemplar).

“Kebetulan lokasi tiga masjid tersebut di jalan lintas Medan-Banda Aceh, sehingga waktu pengumpulan Al Qu’an yang rusak lebih cepat. Seluruhnya, yang bekas terendam banjir itu diangkut mobil untuk dimuliakan di pondok pesantren di daerah Stabat, Sumatera Utara," jelasnya.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tamiang, Syahrizal Darwis, menegaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Taushiyah Nomor: 400.6.1/01/2026 sebagai pedoman penanganan Al-Qur’an pascabencana.

Dalam fatwa tersebut, masyarakat diimbau untuk menyelamatkan mushaf yang masih bisa dibaca dengan cara membersihkannya dari lumpur secara sopan. Namun, jika kerusakan sudah sangat berat hingga tulisan tidak terbaca, maka diperbolehkan untuk membakarnya dengan niat menjaga kehormatan, menguburkannya di tempat bersih, atau melarutkan tintanya.

Sebaliknya, Syahrizal menekankan larangan keras membuang mushaf ke tempat sampah atau memperlakukannya dengan hina. MPU juga mendorong pemerintah daerah dan pengurus lembaga Islam untuk membentuk tim khusus penyelamatan mushaf pascabencana.

“Taushiyah ini dikeluarkan sebagai pedoman umat Islam agar tetap memuliakan Kalamullah dalam kondisi apapun, termasuk saat musibah dan bencana," ujar Syahrizal Darwis.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut