get app
inews
Aa Text
Read Next : Terjang Lumpur, Relawan AQL Salurkan Wakaf Al-Qur'an untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

AQL Laznas Peduli Evakuasi Ratusan Mushaf Al-Qur'an Rusak Akibat Banjir Aceh Tamiang

Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:44 WIB
header img
Relawan AQL Laznas Peduli dari Pesantren Ibadurrahman Stabat, Ustaz Mukhsin, mengumpulkan mushaf Al-Qur’an yang rusak akibat terendam banjir lumpur di salah satu masjid di Aceh Tamiang. Foto: Istimewa

ACEH TAMIANG, iNewsMedan.id - Relawan AQL Laznas Peduli mengevakuasi ratusan mushaf Al-Qur’an yang rusak akibat terendam banjir lumpur di sejumlah masjid di Kabupaten Aceh Tamiang untuk dilakukan proses pemuliaan. Langkah ini diambil guna memastikan kitab suci yang sudah tidak layak pakai tersebut tidak terbengkalai atau diperlakukan dengan tidak semestinya.

Pembina AQL Laznas Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menyatakan keprihatinannya atas banyaknya mushaf yang terdampak bencana tersebut. Sebagai bentuk solusi, pihaknya berkomitmen mengganti mushaf yang rusak dengan yang baru melalui program AQL Wakaf Quran di bawah naungan Yayasan Pusat Peradaban Islam.

“AQL tidak bekerja sendiri, melibatkan tim relawan dari Pesantren Ibadurrahman Stabat yang dipimpin oleh Ustadz Mukhsin. Tim kami mengumpulkan mushaf-mushaf rusak dari masjid-masjid dan membawanya ke pesantren untuk dimuliakan dengan cara sesuai fatwa MUI," kata UBN, Jumat (23/1/2026).

Project Pendidikan Wakaf Al-Qur'an AQL Laznas Peduli, Muhammad Ilyas Sembiring, menjelaskan bahwa jumlah mushaf yang dikumpulkan sangat signifikan. Di satu masjid saja, jumlahnya bisa mencapai 100 eksemplar.

“Jumlah Al Qur’an rusak yang kami kumpulkan di tiga masjid sekitar 350 eksemplar. Kondisinya berlumpur, kertas sudah menyatu, lengket dan hampir rata-rata gembung akibat terendam air serta lumpur,” tuturnya.

Ilyas menambahkan, pengumpulan dilakukan secara door-to-door dari masjid ke masjid untuk mencegah mushaf terbuang ke tempat sampah atau terinjak secara tidak sengaja. Beberapa titik pengumpulan di antaranya adalah Masjid Syuhada di Desa Bundar (250 eksemplar), Masjid Al-Ikhlas Desa Tanah Terban (25 eksemplar), dan Masjid Taqwa Desa Sungai Liput (75 eksemplar).

“Kebetulan lokasi tiga masjid tersebut di jalan lintas Medan-Banda Aceh, sehingga waktu pengumpulan Al Qu’an yang rusak lebih cepat. Seluruhnya, yang bekas terendam banjir itu diangkut mobil untuk dimuliakan di pondok pesantren di daerah Stabat, Sumatera Utara," jelasnya.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tamiang, Syahrizal Darwis, menegaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Taushiyah Nomor: 400.6.1/01/2026 sebagai pedoman penanganan Al-Qur’an pascabencana.

Dalam fatwa tersebut, masyarakat diimbau untuk menyelamatkan mushaf yang masih bisa dibaca dengan cara membersihkannya dari lumpur secara sopan. Namun, jika kerusakan sudah sangat berat hingga tulisan tidak terbaca, maka diperbolehkan untuk membakarnya dengan niat menjaga kehormatan, menguburkannya di tempat bersih, atau melarutkan tintanya.

Sebaliknya, Syahrizal menekankan larangan keras membuang mushaf ke tempat sampah atau memperlakukannya dengan hina. MPU juga mendorong pemerintah daerah dan pengurus lembaga Islam untuk membentuk tim khusus penyelamatan mushaf pascabencana.

“Taushiyah ini dikeluarkan sebagai pedoman umat Islam agar tetap memuliakan Kalamullah dalam kondisi apapun, termasuk saat musibah dan bencana," ujar Syahrizal Darwis.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut