get app
inews
Aa Text
Read Next : Makam Nommensen, 'Rasul Batak', Kian Populer di Toba Diusulkan Cagar Budaya

Maksud Hati Tutup Pintu Air, Pegawai Honorer Malah Tersedot Arus Hingga Meninggal Dunia

Senin, 05 Januari 2026 | 20:38 WIB
header img
Ilustrasi. Foto: Istimewa

TOBA, iNewsMedan.id - Peristiwa memilukan menimpa seorang pegawai honorer bernama Darwin Hutapea alias Pak Erwin (39). Korban ditemukan meninggal dunia setelah tersedot arus air yang sangat deras saat hendak menutup pintu air di sumber mata air milik PDAM, Dusun II Sampuran Aek Sidua-dua, Desa Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Minggu (4/1/2026).

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Laguboti yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu David Pangaribuan, SH, bersama tim Inafis dan Reskrim segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

Kapolsek Laguboti Iptu David Pangaribuan menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Minggu pagi sekira pukul 09.00 WIB. 

"Korban bersama empat rekannya diminta oleh pihak PDAM Tirtanadi Kabupaten Toba untuk memperbaiki pipa transmisi yang rusak," ucapnya, Senin (5/1/2026).

Sekira pukul 13.20 WIB, tim tiba di lokasi kerja. Darwin Hutapea kemudian berinisiatif untuk pergi sendirian menutup pintu air di sumber utama yang berjarak sekitar 1 km dari titik perbaikan pipa.

"Korban sempat menolak saat rekan-rekannya menawarkan bantuan untuk pergi bersama-sama menutup sumber air tersebut," ungkap Iptu David.

Petaka muncul saat rekan korban selesai menyambung pipa sekira pukul 16.30 WIB. Karena Darwin tak kunjung kembali, dua saksi yakni Sabam MH Pasaribu dan Rizky Dwi Ariff memutuskan untuk menyusul ke sumber air.

Setibanya di lokasi pada pukul 17.00 WIB, kedua saksi terkejut menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Berdasarkan olah TKP awal, korban diduga terpeleset dan kakinya terhisap ke dalam lubang arus air yang sangat deras saat sedang berusaha menutup pintu air tersebut.

"Korban meninggal dunia diduga akibat kecelakaan kerja. Kaki korban terhisap atau tersedot oleh arus air yang cukup deras pada saat hendak menutup pintu air di sumber mata air tersebut," tambah Kapolsek.

Medan yang cukup sulit dan kendala sinyal komunikasi membuat proses evakuasi membutuhkan waktu. Warga yang dihubungi oleh saksi baru tiba di lokasi sekira pukul 19.00 WIB. Jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi dari pusaran air dan langsung dibawa ke RSUD Porsea pada pukul 23.00 WIB.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa istri dan keluarga besar korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

"Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat pernyataan resmi," pungkas Iptu David.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut