get app
inews
Aa Text
Read Next : Begadang Sudah Enggak Gaul Lagi! Istirahat Malam Adalah Investasi Iman Jangka Panjang

Dahsyatnya Akhirat: Satu Celupan di Surga dan Neraka yang Menghapus Seluruh Ingatan Dunia

Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:34 WIB
header img
Masjid Agung Al Fateh Bahrain. Foto: Wikimedia Commons

MEDAN, iNewsMedan.id - Ustadz Najmi Umar Bakkar memaparkan hakikat perbandingan antara kenikmatan dunia dan kepedihan akhirat.

Ia menekankan bahwa segala bentuk rasa yang dialami manusia di dunia, baik itu kemewahan yang melimpah maupun penderitaan yang menyesakkan, akan sirna seketika saat seseorang menginjakkan kaki di alam akhirat.

Mengutip hadits sahih riwayat Imam Muslim dari sahabat Anas bin Malik, Ustadz Najmi menjelaskan sebuah gambaran besar tentang bagaimana ingatan manusia akan berubah drastis hanya dengan "satu celupan" di tempat kembali yang abadi.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيا مِنْ أَهْلِ النّارِ يَوْمَ الْقِيامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صِبْغَةً. ثُمَّ يُقالُ : يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْراً قَطُّ ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطُّ ؟ فَيَقُوْلُ : لاَ وَاللهِ يَا رَبِّ

"Pada hari kiamat, akan dihadirkan penduduk dunia yang paling nikmat hidupnya namun ia termasuk penghuni neraka. Kemudian ia dicelupkan ke dalam neraka dengan satu kali celupan, lalu ditanyakan kepadanya: 'Wahai anak Adam! Apakah engkau pernah melihat suatu kebaikan (sebelum ini)? Apakah engkau pernah merasakan suatu kenikmatan (sebelum ini)?' Maka ia pun menjawab: 'Tidak pernah demi Allah, wahai Rabb!'"

Sebaliknya, penderitaan sehebat apa pun di dunia tidak akan menyisakan trauma sedikit pun bagi mereka yang mencicipi indahnya surga. Rasulullah dilanjutkan dalam sabdanya:

وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النّاسِ بُؤْساً فِي الدُّنْيا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صِبْغَةً فِي الْجَنَّةِ. فَيُقالُ لَهُ : يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْساً قَطُّ ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ ؟ فَيَقُوْلُ : لاَ وَاللهِ يَا رَبِّ، مَا مَرَّ بِيْ بُؤْسٌ قَطُّ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

"Dihadirkan pula manusia yang paling sengsara hidupnya di dunia namun ia termasuk penghuni surga. Lalu ia dicelupkan ke dalam surga dengan satu kali celupan, lantas ditanyakan kepadanya: 'Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat suatu kesengsaraan (sebelum ini)? Apakah engkau pernah merasakan suatu kesusahan (sebelum ini)?' Maka ia pun menjawab: 'Tidak demi Allah, wahai Rabb! Aku tidak pernah merasakan kesusahan sama sekali, dan aku pun tidak pernah melihat kesulitan sedikit pun.'" (HR. Muslim no. 2807)

Ustadz Najmi menjelaskan bahwa fenomena ini membuktikan betapa mengerikannya siksa neraka sehingga satu celupan saja mampu menghapus memori kesenangan seumur hidup. 

Sebaliknya, kenikmatan surga begitu luar biasa sehingga satu celupan di dalamnya sanggup melenyapkan seluruh memori kesedihan, kesulitan, hingga kefakiran yang pernah dialami di dunia.

"Ternyata, kenikmatan dan kesusahan di dunia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di akhirat," pungkas Ustadz Najmi sebagai pengingat bagi umat agar tidak lagi mengabaikan persiapan menuju hari akhir.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut