Tragedi Sumatra Lahirkan Green Merah Putih, Dorong Perpres Wajib Cuan 4% untuk Bumi
JAKARTA, iNewsMedan.id – Rentetan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi alarm keras tentang krisis lingkungan di Indonesia. Merespons kondisi darurat ini, sekelompok pecinta alam lintas profesi mendirikan organisasi Green Merah Putih, sebuah gerakan yang menyerukan aksi kolektif dan solusi pendanaan masif.
Inisiator Green Merah Putih, Fauzan Rachmansyah, menyatakan bahwa bencana di Sumatra termasuk banjir Sumut adalah peringatan serius akibat kelalaian kolektif terhadap isu lingkungan hidup. Ia menegaskan, perbaikan lingkungan adalah prasyarat mutlak bagi masa depan negara.
"Indonesia Emas 2045 tidak terlepas dari situasi lingkungan hidup negara kita. Jangan kita kena economic trap yang malah mengorbankan lingkungan, kerugiannya terlalu besar dan biaya recovery-nya lebih dalam," tegas Fauzan saat diskusi di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025).
Fauzan menyoroti jurang pendanaan yang menganga lebar dalam penanganan perubahan iklim. Menurut data Kementerian Keuangan tahun 2024, Indonesia membutuhkan Rp4.000 triliun untuk mengatasi masalah perubahan iklim.
"Sementara itu, Anggaran Kementerian Lingkungan Hidup hanya Rp1,4 triliun. Kalau dipakai 1 triliun saja, butuh waktu 4.000 tahun untuk menyelesaikan masalah ini. Solusi tidak akan tercapai jika hanya bersandar pada anggaran negara," kritiknya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta