90 Santri Sulaimaniyah Aceh Tamiang Terjebak Banjir, Tanpa Bantuan Logistik
Yuni menjelaskan bahwa komunikasi terakhirnya dengan sang anak, Djayeng Andara Pratama, terjadi pada Kamis pagi. Setelah para santri pindah ke bekas pabrik kelapa sawit tersebut, hubungan telepon terputus dan belum tersambung kembali hingga saat ini.
Hilangnya sinyal dan padamnya listrik telah menghambat koordinasi upaya pencarian dan evakuasi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai proses penyelamatan dan penyaluran bantuan logistik ke lokasi pengungsian.
Keluarga korban berharap Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI–Polri, dan para relawan dapat segera bertindak.
“Kami berharap pemerintah bisa segera mengevakuasi anak-anak pesantren dan warga sekitar Kecamatan Rantau. Besar harapan kami bantuan datang secepatnya untuk menyelamatkan anak-anak kami,” tutup Yuni penuh kecemasan.
Editor : Jafar Sembiring