get app
inews
Aa Text
Read Next : Instruksi Pimpinan, Rapala Langkat Gerak Cepat Bantu Korban Banjir di 9 Kecamatan

90 Santri Sulaimaniyah Aceh Tamiang Terjebak Banjir, Tanpa Bantuan Logistik

Sabtu, 29 November 2025 | 18:13 WIB
header img
90 Santri Sulaimaniyah Aceh Tamiang Terjebak Banjir, Tanpa Bantuan Logistik. Foto: Istimewa

ACEH TAMIANG, iNewsMedan.id - Sebanyak 90 santri dan sejumlah guru di Pondok Pesantren Sulaimaniyah di Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, harus mengungsi setelah kompleks pesantren terendam banjir besar sejak tiga hari terakhir. Hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025), para pengungsi dilaporkan belum menerima bantuan logistik maupun evakuasi karena lokasi terisolasi akibat terputusnya akses komunikasi dan listrik.

Kompleks pesantren yang berlokasi di Jl. Rantau, Kebun Rantau, mulai terendam sejak Kamis (27/11/2025) setelah banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Kondisi darurat ini diperparah dengan padamnya aliran listrik dari PLN dan putusnya jaringan komunikasi secara total.

Para santri dan guru sempat mengungsi ke Masjid Al-Mutaqin, namun ketinggian air yang terus meningkat memaksa mereka berpindah lagi ke lokasi yang lebih tinggi, yakni bekas Pabrik Betami Alur Manis.

Kabar mengenai isolasi ini diperoleh dari keluarga santri yang berada di Medan. Yuni Rambe, salah satu orang tua santri, menyampaikan kekhawatirannya.

“Kami mohon bantuannya. Anak kami dan sekitar 90 santri lain sudah tiga hari terjebak banjir. Tidak ada logistik, dan komunikasi terputus,” ujar Yuni Rambe di Medan, Sabtu (29/11/2025).

Yuni menjelaskan bahwa komunikasi terakhirnya dengan sang anak, Djayeng Andara Pratama, terjadi pada Kamis pagi. Setelah para santri pindah ke bekas pabrik kelapa sawit tersebut, hubungan telepon terputus dan belum tersambung kembali hingga saat ini.

Hilangnya sinyal dan padamnya listrik telah menghambat koordinasi upaya pencarian dan evakuasi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai proses penyelamatan dan penyaluran bantuan logistik ke lokasi pengungsian.

Keluarga korban berharap Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI–Polri, dan para relawan dapat segera bertindak.

“Kami berharap pemerintah bisa segera mengevakuasi anak-anak pesantren dan warga sekitar Kecamatan Rantau. Besar harapan kami bantuan datang secepatnya untuk menyelamatkan anak-anak kami,” tutup Yuni penuh kecemasan.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut