Mendesak! Banjir dan Longsor Sumut Diminta Segera Ditetapkan Bencana Nasional
MEDAN, iNewsMedan.id - Desakan kepada Presiden Prabowo untuk menetapkan bencana banjir dan longsor di hampir seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) sebagai bencana nasional makin menguat. Penetapan status ini dinilai penting untuk penanganan darurat yang terpadu dan pengerahan sumber daya yang lebih besar.
Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sumatera Utara, Rolel Harahap, menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi ini sudah selayaknya ditetapkan sebagai bencana nasional.
“Kami mendorong Bapak Presiden Prabowo segera menetapkan menjadi bencana nasional,” ujar Rolel Harahap pada Jumat (28/11/2025).
Menurut Rolel, penetapan status bencana nasional oleh pemerintah pusat diberikan untuk bencana yang sangat besar dan berdampak luas pada korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, serta dampak sosial ekonomi yang signifikan.
“Banjir dan longsor di Sumut sudah layak ditetapkan jadi bencana nasional karena menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda yang sangat besar, dan dampak sosial ekonomi yang masif,” sambungnya.
Korban Meninggal Bertambah Signifikan
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan pers di Jakarta pada Jumat (28/11/2025) sore, memberikan pembaruan data korban.
Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa khusus untuk bencana banjir di berbagai daerah di Sumut, terdata sebanyak 116 orang meninggal dunia. Data ini meningkat signifikan dari data sebelumnya yang mencatat 37 korban jiwa.
Selain korban jiwa, puluhan ribu jiwa dilaporkan mengungsi, dan sejumlah titik distribusi logistik terputus akibat longsor dan banjir.
“Penetapan bencana nasional ini penting agar penanganannya secara terpadu dan membuka akses yang lebih besar untuk distribusi logistik,” kata mantan Wakil Wali Kota Tanjungbalai itu.
Dukungan dari DPR RI dan Bantuan Pusat
Desakan yang sama sebelumnya juga disampaikan Anggota DPR RI Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat Dapil Sumut. Ia menilai fenomena cuaca ekstrem belakangan ini belum pernah terjadi di Sumut dan situasi di lapangan telah menyentuh level darurat serta mengancam keselamatan warga, sehingga membutuhkan langkah cepat dari pemerintah.
Sementara itu, BNPB telah melakukan peninjauan udara dan darat ke wilayah terdampak bencana di Sumut dan sekitarnya. Pemerintah pusat juga mengirimkan bantuan logistik diangkut menggunakan tiga pesawat Hercules dan satu pesawat lain menuju Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat.
Editor : Jafar Sembiring