get app
inews
Aa Text
Read Next : Mendikti Saintek Hadiri Pleno MWA USU, Pastikan Rektor yang Akan Terpilih Sah dan Legitimate

Prof Muryanto Amin: Integrated Child Care Kunci Tingkatkan Partisipasi Kerja Perempuan Terdidik

Sabtu, 13 September 2025 | 08:48 WIB
header img
Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, menerima cinderamata usai menjadi pembicara pada Simposium Nasional Kependudukan 2025 di Universitas Negeri Padang. Foto: Istimewa

PADANG, iNewsMedan.id – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya pengembangan layanan Integrated Child Care (childcare terintegrasi) untuk mendorong peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan, khususnya yang terdidik.

Hal ini disampaikan Muryanto dalam Simposium Nasional Kependudukan 2025 bertema “Membangun Penduduk Berkualitas, Keluarga Tangguh, dan Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Maju” di Auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (11/9/2025). Kegiatan ini diinisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) yang terdiri dari 14 perguruan tinggi negeri, di mana Muryanto juga menjabat sebagai sekretaris.

Menurut Muryanto, data menunjukkan adanya kesenjangan besar partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan di Indonesia. “Selama 20 tahun terakhir, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan stagnan di kisaran 50–56 persen, jauh di bawah laki-laki yang konsisten di atas 80 persen,” jelasnya.

Padahal, jumlah perempuan berpendidikan semakin meningkat. Data BPS Maret 2023 mencatat, proporsi perempuan usia 7–23 tahun yang masih bersekolah lebih tinggi (75,08 persen) dibanding laki-laki (72,89 persen). “Artinya ada potensi besar yang belum termanfaatkan optimal karena keterbatasan dukungan pengasuhan,” kata Muryanto.

Muryanto kemudian mengurai sejumlah faktor yang membuat partisipasi kerja perempuan rendah. Di antaranya adalah marriage & motherhood penalty atau penurunan partisipasi kerja setelah menikah dan melahirkan, beban ganda pengasuhan yang lebih besar ditanggung ibu, keterbatasan akses layanan PAUD formal, serta norma sosial tradisional yang menempatkan pengasuhan anak sepenuhnya pada perempuan. 

“Ibu rata-rata menghabiskan 13,7 jam per hari untuk pekerjaan domestik dan pengasuhan, sementara ayah hanya 3–4 jam. Waktu ibu untuk pekerjaan berbayar hanya 2,5 jam per hari, atau 3,5 kali lebih sedikit dibanding laki-laki,” ungkapnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Muryanto menekankan pentingnya Integrated Child Care. Dengan akses layanan pengasuhan penuh waktu, ibu lebih berpeluang bekerja di sektor formal bernilai tinggi, sementara anak-anak mendapatkan stimulasi optimal bagi tumbuh kembangnya. “Integrated Child Care adalah jembatan yang memastikan perempuan terdidik dapat berkontribusi penuh, anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, serta bangsa melangkah pasti menuju Generasi Emas 2045,” tegasnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut