Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Malaria di Medan Didominasi Kasus Impor, Dinkes Tegaskan Tak Ada Penularan Lokal
Advertisement . Scroll to see content

Target Eliminasi TBC 2030, Dinkes Medan Fokus Deteksi Kasus di Kalangan Berisiko Tinggi

Jum'at, 08 November 2024 | 10:18 WIB
  • author Ismail
Target Eliminasi TBC 2030, Dinkes Medan Fokus Deteksi Kasus di Kalangan Berisiko Tinggi
epala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Pocut Fatimah Fitri. (iNewsMedan.id/Ismail)

MEDAN, iNewsMedan.id - Pemerintah menargetkan eliminasi penyakit tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030. Untuk mencapai target ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan bekerja sama dengan Halodoc dalam upaya menemukan sebanyak mungkin kasus tuberkulosis paru.

"Setelah kasus ditemukan, kami akan mengobati hingga tuntas untuk mencegah penyebaran TBC di masyarakat. Tujuan akhirnya adalah eliminasi TBC," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Pocut Fatimah Fitri, kepada wartawan, Kamis (7/11/2024).

Pocut memaparkan beberapa strategi untuk meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis, salah satunya melalui pendekatan langsung ke keluarga pasien TBC paru. "Ini yang kami gencarkan bersama Halodoc melalui program Active Case Finding (ACF). Sasaran kegiatan ini adalah 6.500-an masyarakat yang berisiko tinggi atau pernah melakukan kontak erat dengan penderita TBC," jelasnya.

Menurut Pocut, metode ACF yang dilakukan mirip dengan strategi 3T (tracing, testing, treatment) yang diterapkan pada penanganan kasus COVID-19.

"Semua kasus yang terkonfirmasi COVID-19, kita kunjungi rumahnya, kita identifikasi kontak erat, lalu dilakukan swab test. Jika hasilnya positif, kita lanjutkan dengan pengobatan. Prinsip serupa diterapkan untuk penemuan kasus baru TBC," ujarnya.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut