Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! Jaringan Narkoba Thailand Kendalikan Bisnis Haram dari Jauh, Polda Sumut Lacak Otaknya
Advertisement . Scroll to see content

Viral, Ada Sekte Penyembah Mayat dan Makan Kotoran Manusia di Thailand

Rabu, 23 November 2022 | 13:30 WIB
  • author Muhammad Sukardi
Viral, Ada Sekte Penyembah Mayat dan Makan Kotoran Manusia di Thailand
Viral temuan sekte sesat penyembah mayat. (foto: Viral Press)

CHAIYAPHUM, iNewsMedan.id - Sekte sesat penyembah mayat dan makan kotoran manusia di dalam hutan Provinsi Chaiyaphum, viral di media sosial. Penemuan ini berawal dari upaya polisi Thailand yang akan menggusur bilik ilegal dalam hutan tersebut pada Mei 2022 lalu.

Sebelum eksekusi dilakukan, polisi malah menemukan banyak mayat di dalam bilik bambu milik Thawee Nanra, ketua sekte. Pria berusia 75 tahun itu dianggap 'Bapak Spiritual' oleh pengikutnya.

Menurut laporan The Guardian, ada 11 mayat yang ditempatkan di peti mati dalam bilik reot tersebut. Berdasar keterangan media lokal Thailand, mayat-mayat itu diyakini adalah mayat para pengikut Thawee Nanra sendiri.

Gubernur Provinsi Chaiyaphum, Kraisorn Kongchalad, mengatakan bahwa Thawee memiliki banyak pengikut yang tinggal bersamanya. Pihak berwenang menduga sekte sesat ini sudah ada sejak 4 tahun lalu tanpa ada yang memperhatikan, karena lokasi kediaman pemimpin yang terpencil di tengah hutan.

Berdasar hasil penelusuran lebih lanjut, para umat Thawee mengaku kalau mereka harus minum urin, makan dahak dan kotoran Thawee karena dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Kepercayaan ini tentu tidak benar dan malah meningkatkan risiko penyakit lanjutan.

"Cukup mengganggu melihat ada orang-orang yang percaya takhayul seperti ini, terlebih ini bukan lagi soal kepercayaan pribadi saja. Kami menemukan banyak mayat dan kami harus bekerja dengan banyak pihak lain untuk menetapkan fakta seputar sekte ini," kata Gubernur, dikutip MNC Portal, Rabu (23/11/2022).

Editor: Odi Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut