Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ricuh Arak-arakan Jenazah Lukas Enembe, Kapolda Papua Sempat Jadi Sasaran Massa
Advertisement . Scroll to see content

Kuasa Hukum Minta Penanganan Lukas Enembe Pakai Hukum Adat, Pakar Hukum Pidana: Tidak Masuk Akal

Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:52 WIB
  • author Ismail
Kuasa Hukum Minta Penanganan Lukas Enembe Pakai Hukum Adat, Pakar Hukum Pidana: Tidak Masuk Akal
Pakar Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana Sumatera Utara, Ali Yusran Gea

Diketahui, Lukas merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek di Papua.

"KPK menyayangkan pernyataan dari penasihat hukum tersangka, yang mestinya tahu dan paham persoalan hukum ini, sehingga bisa memberikan nasihat-nasihat secara professional," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (11/10/2022).

"Kami khawatir statement yang kontraproduktif tersebut justru dapat menciderai nilai-nilai luhur masyarakat Papua itu sendiri," sambungnya.

Ali menerangkan bahwa KPK tetap menghormati penerapan hukum adat. Sebab memang, kata Ali, eksistensi seluruh hukum adat di Indonesia diakui keberadaannya. Namun, proses penegakan hukum terhadap suatu kejahatan tetap harus dilakukan lewat hukum positif yang berlaku secara nasional.

"Terlebih korupsi, maka baik hukum acara formil maupun materiil tentu mempergunakan hukum positif yang berlaku secara nasional," ungkap Ali.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lukas diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut