Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Di Bawah Patung Ahmad Yani, Ratusan Pendukung PSMS dan Aremania Gelar Doa Bersama
Advertisement . Scroll to see content

129 Orang yang Tewas Usai Arema FC Kalah dari Persebaya Surabaya Jadi Sorotan Dunia 

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:04 WIB
  • author Anton Suhartono
129 Orang yang Tewas Usai Arema FC Kalah dari Persebaya Surabaya Jadi Sorotan Dunia 
129 Orang yang Tewas Usai Arema FC Kalah dari Persebaya Surabaya Jadi Sorotan Dunia. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

JAKARTA, iNewsMedan.id - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada lanjutan Liga 1 pada Sabtu (1/10/2022) malam saat Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang menewaskan 129 orang mendadak jadi sorotan internasional.

Kantor berita Inggris Reuters mengungkap laporan 'Indonesia police say 127 people killed after stampede at football match'.

Mengutip pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Reuters melaporkan, 127 orang telah tewas dan 180 lainnya luka akibat terinjak-injak.

Usai pertandingan, suporter Arema FC turun ke lapangan yang direspons polisi dengan menembakkan gas air mata. Gas air mata memicu kepanikan yang menyebabkan pendukung keluar secara berdesakan ke pintu. Akibat insiden ini, Liga Indonesia Baru selaku penyelenggara menangguhkan pertandingan Liga 1 selama sepekan.

Selanjutnya, kantor berita Amerika Serikat (AS) Associated Press (AP) mengangkat judul, '127 soccer fans, police, killed at Indonesia's soccer match'.

AP, juga mengutip pernyataan Nico, melaporkan kerusuhan menewaskan 127 suporter dan dua polisi, sebagian besar terinjak-injak.

Kerusuhan tersebut memaksa polisi melepaskan tembakan gas air mata yang memicu kepanikan di kalangan suporter. Ratusan suporter berlarian ke pintu keluar untuk menghindari gas air mata. 

Akibatnya 34 orang meninggal di lokasi akibat terinjak-injak dan sesak napas. Lebih dari 300 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat, sebagian meninggal dalam perjalanan dan perawatan.

Media asal Inggris The Guardian mengangkat laporan 'More than 120 people reportedly killed in riot at Indonesian football match'

Mengutip pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, Guardian menyebut lebih dari 120 suporter tewas setelah kerusuhan dan kekerasan usai pertandingan. Suporter Arema FC turun ke lapangan setelah timnya dikalahkan Persebaya 2-3.

Selanjutnya surat kabar AS, The New York Times, mengangkat laporan 'Riots at Indonesian Soccer Match Leave Several Fans Dead'.

Disebutkan, laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Kanjuruhan, di mana tim tuan rumah menderita kekalahan 2-3. Setelah itu puluhan yang kecewa suporter menyerbu lapangan.

Petugas keamanan berusaha mengendalikan kerumunan dengan menembakkan gas air mata ke lapangan dan tribun. Para korban umumnya mengalami sesak napas.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut