Namanya Dicatut Dalam Konsorsium 303, Kapolda Sumut: Saya Tidak Tahu

MEDAN, iNewsMedan.id - Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan bahwa dirinya tidak mau ambil pusing soal grafik konsorsium 303 yang mencatut namanya. Panca menegaskan dirinya tidak menerima uang dari hasil bisnis gelap judi tersebut.
"Kau lihat, apa kau rasakan (wartawan)?.Saya tidak tahu," ucap Panca saat dikonfirmasi wartawan di depan Aula Tengku Rizal Nurdi, rumah dinas Gubernur Sumut, di jalan Sudirman, Kota Medan didampingi Edy Rahmayadi, Senin (22/8).
Bahkan, Kapolda mengungkapkan pihaknya tengah fokus memberantas judi di Sumatera Utara. Sehingga tidak pengaruh dengan grafik konsorsium 303.
"Kerja terus (berantas judi di Sumut), Kau tanya diri mu (wartawan)," tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.
Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak terus berkomitmen untuk memberantas segala bentuk judi di Provinsi Sumut ini. Judi kelas teri hingga judi kelas kakap sudah berhasil disikat Polda Sumut bersama jajaran.
Panca mengungkapkan bahwa kurun waktu dua pekan berhasil mengungkap 60 kasus judi hingga judi beromset Rp 1 miliar di Perumahan elit Cemara Asri, Kabupaten Deli Serdang berhasil dibongkar.
"Ada 60 kasus (diungkap), ada 65 tersangka (ditangkap), termasuk yang besar. Mohon dukungan, sekalian masyarakat Sumut, kita tertibkan, permainan judi," ungkapnya pada Selasa (16/8/2022) lalu.
Panca menjelaskan judi ini, penyebab penyakit masyarakat. Untuk itu, ia mengajak masyarakat Sumut bersama Polri untuk bersama-sama memberantas judi tersebut.
"Kenapa? ini juga, menjadi penyakit masyarakat. Yang membuat masyarakat menjadi bodoh dan menjadi miskin," jelas Panca.
Panca juga menegaskan akan menindak tegas terhadap anggotanya dan jajaran di Polda Sumut, yang mencoba bermain-main dengan judi dan menerima setoran dari bos judi.
"Teman teman bisa cek, Pak Kapolda terima uang judi enggak?. Saya tegaskan saya sudah berkali kali, anda sudah menyaksikan sendiri bagaimana saya turun sendiri dan menangkap judi. Saya mohon maaf, ini bukan permainan, bukan sekedar kamuflase tidak," tandas Kapolda.
Editor : Ismail