Melengkapi perspektif regulasi, Irma Pratiwi dari Pegadaian memfokuskan bahasannya pada strategi praktis perencanaan keuangan untuk mengatasi pola konsumtif. Ia memaparkan pentingnya pengelolaan anggaran pribadi, pengawasan arus kas bulanan, dana darurat, hingga pengenalan investasi emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang terjangkau dan tahan inflasi.
"Generasi muda harus mulai melek investasi sejak dini, dan emas adalah pilihan instrumen yang paling ramah pemula karena relatif aman serta bisa dimulai dengan nominal kecil. Dengan memahami dasar-dasar pengelolaan arus kas dan investasi yang terencana, mahasiswa bisa terhindar dari pola konsumtif dan lebih siap mengamankan masa depan finansial mereka," jelas Irma Pratiwi.
Pembahasan semakin komprehensif saat Donald Estefanussia Kiroh membawa sudut pandang integritas dan kesadaran hukum. Ia mengingatkan bahwa perilaku koruptif sering kali berakar dari gaya hidup konsumtif yang melebihi batas kemampuan finansial.
"Pengelolaan keuangan yang sehat dan bersih dari praktik-praktik curang adalah cerminan dari karakter individu yang berintegritas. Melalui edukasi anti korupsi ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada mahasiswa bahwa kemandirian finansial yang dicapai dengan cara-cara jujur dan terencana akan melahirkan generasi muda yang tangguh, amanah, dan bebas dari jeratan penyimpangan," tutur Donald Estefanussia Kiroh.
Sebagai penutup dari rangkaian talkshow dan diskusi interaktif ini, PT Pegadaian (Persero) bersama OJK menargetkan pencetakan Duta Literasi Keuangan dari kalangan mahasiswa. Para mahasiswa terpilih ini diharapkan menjadi agen perubahan di kampus maupun komunitas masing-masing dalam menyebarluaskan praktik pengelolaan keuangan yang sehat, cerdas, dan berkelanjutan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
