Ketua Yayasan Perguruan Darma Agung, Hana Nelsri Kaban, berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa serta membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah.
“Kami yakin dan percaya acara ini akan menambah ataupun menjalin kolaborasi dengan baik, dan meningkatkan penelitian pembangunan daerah Dairi dan pembangunan daerah Sumatra Utara, terlebih-lebih membantu kami dalam meningkatkan kompetensi bagi mahasiswa ISTP dan Universitas Dharma Agung,” kata Hana.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Lamhot Banjarnahor, mengingatkan bahwa praktik pertambangan yang baik harus memperhatikan aspek teknis, lingkungan, sosial, dan hukum.
Ia mengatakan, aktivitas pertambangan kerap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena melibatkan penggalian tanah dan pengambilan material dari dalam bumi.
“Konotasi kita, orang awam pasti akan merusak lingkungannya,” ujarnya.
Karena itu, Surung menilai pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian penting dalam aktivitas pertambangan. Selain itu, perusahaan perlu memenuhi tanggung jawab kepada masyarakat sekitar melalui program corporate social responsibility (CSR) serta mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Surung mengaku telah mengikuti perkembangan DPM selama sekitar 25 tahun, sejak bertugas di lingkungan Dinas Pertambangan. Ia berharap perusahaan tersebut dapat terus berkembang dan membuka peluang kerja bagi tenaga lokal, termasuk lulusan bidang pertambangan dan geologi.
Kepada mahasiswa, ia berpesan agar menjalani pendidikan dengan serius dan mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Lakukanlah dengan baik kuliahnya. Tunjukkan kompetensi Anda,” katanya.
Surung juga mendorong perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan melalui pendekatan pentahelix. Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting, termasuk untuk mengembangkan penelitian dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Program Studi S-1 Teknik Pertambangan ISTP telah berdiri sejak Juli 1987. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai pengelolaan tambang bawah tanah dan penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
