Secara khusus, Hasyim juga menyoroti peran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam menuntaskan persoalan kebakaran hutan dan lahan yang menjadi pemicu utama.
"Saya kira, Kementerian Kehutanan harus menjelaskan langkah konkret untuk mencegah karhutla berulang, mempercepat pemadaman, menelusuri sumber asap, dan memastikan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar," tegasnya lagi.
Ia membeberkan data Kemenhut per 14 Oktober 2026 yang mencatat adanya 372 titik panas (hotspot) berkepercayaan tinggi secara nasional melonjak hingga 52,5 persen dari hari sebelumnya. Menurut Hasyim, angka tersebut membutuhkan evaluasi yang serius.
"Ini menuntut evaluasi serius atas efektivitas pencegahan dan pengendalian. Publik membutuhkan hasil nyata, bukan hanya laporan operasi dan angka statistik," pungkasnya.
Editor : Chris
Artikel Terkait
