MEDAN, iNewsMedan.id - Respon cepat terhadap antisipasi gangguan kesehatan akibat ancaman kabut asap yang menyelimuti Kota Medan dan sekitarnya ditunjukkan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Medan. Berkolaborasi dengan Yayasan Aura Kasih Indonesia (YAKIN) 99, mereka menggelar aksi sosial pada Jumat (16/10/2026) dengan membagikan sebanyak 5.000 masker secara gratis kepada masyarakat serta pengguna jalan di berbagai titik strategis Kota Medan.
Aksi pembagian masker dan vitamin ini merupakan bentuk gerakan spontanitas yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, menyusul memburuknya kualitas udara akibat pekatnya kabut asap.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE, yang turun langsung ke lapangan bersama Bendahara DPC, Ust. Fuad Akbar, M.Sos., menegaskan bahwa aksi ini murni didasari atas rasa kemanusiaan demi melindungi kesehatan warga dari ancaman penyakit.
"Ini aksi spontanitas saja, sebenarnya. Begitu melihat kabut asap makin pekat dan mengganggu aktivitas warga, kami langsung turun ke jalan. Gerakan ini sudah kita jalankan beberapa hari di berbagai titik persimpangan dan pusat keramaian. Total ada 5.000 masker yang kita bagikan untuk membantu menjaga kesehatan pernapasan masyarakat," ujar Hasyim.
Hasyim menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan rakyat harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi lingkungan yang sedang tidak ramah. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya bagi kelompok rentan.
"Kesehatan warga tidak bisa ditunda. Pembagian masker ini mungkin langkah kecil, tetapi sangat krusial untuk mencegah timbulnya ISPA pada warga, terutama anak-anak, pedagang jalanan, dan pengendara roda dua," ungkapnya.
Selain melakukan aksi kemanusiaan di jalanan, Hasyim yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan catatan serta kritik konstruktif kepada pemerintah daerah dan pusat terkait penanganan bencana karhutla serta dampaknya.
Ia mengimbau agar pemerintah tidak hanya bertindak reaktif setelah dampak kabut asap menumpuk, tetapi memperkuat koordinasi lintas sektor dan mitigasi sejak dini hingga ke tingkat lingkungan bawah.
"Kami mengapresiasi setiap langkah penanganan yang mulai berjalan. Namun, kita harus jujur bahwa penanganan krisis lingkungan seperti kabut asap butuh respons yang jauh lebih cepat, terukur, dan terintegrasi. Pemerintah daerah harus memastikan edukasi mitigasi kesehatan sampai ke tingkat lingkungan, penyediaan sarana medis darurat yang memadai, serta kejelasan sumber kabut asap agar bisa diselesaikan dari hulu," tegas Hasyim.
Editor : Chris
Artikel Terkait
