Syahrial menegaskan bahwa foto kondisi kamar tak layak yang diunggah di media sosial sebenarnya merupakan kamar pekerja yang merawat anak-anak, bukan kamar anak-anak panti. Petugas Dinas Sosial yang mengecek langsung ke lokasi pun menemukan bahwa fakta di panti bertolak belakang dengan foto-foto viral tersebut.
Ia merasa sangat keberatan karena sejak panti asuhan tersebut didirikan, pihak pengurus tidak pernah membuka penggalangan dana di media sosial. Seluruh biaya operasional dan perawatan anak-anak ditanggung secara mandiri dari hasil usahanya.
"Saya merawat anak-anak, membesarkan mereka dari hasil saya jualan buah, gorengan, dan lainnya. Sehingga, saya sangat keberatan terkait postingan ini," tegas Syahrial.
Atas kejadian ini, pihak Panti Asuhan Al-Marhamah meminta pemilik akun tersebut untuk segera menyampaikan permohonan maaf dan menghapus unggahan guna mencegah dampak negatif yang berlarut-larut.
"Sekali lagi saya tegaskan kepada pemilik akun agar meminta maaf dan menghapus postingan. Saya akan menunggu 3×24 jam. Atau ini akan saya ambil langkah tegas untuk melaporkan pelaku atas UU ITE, pencemaran nama baik, dan eksploitasi anak," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
