Bikin Rendang Kerang Awet, Cara USU Sulap UMKM Batu Bara Naik Kelas

Jafar
Tim pengabdian USU berfoto bersama kelompok KPPI dan perangkat Desa Medang usai penyerahan alat pengemasan di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026). Foto: Istimewa

BATU BARA, iNewsMedan.id - Potensi hasil laut di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, terus membuka peluang bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat pesisir. Salah satunya dimanfaatkan oleh Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), kelompok perempuan nelayan yang mengolah Kerang Siput Menterang menjadi produk rendang siap santap.

Melihat potensi besar sekaligus kendala yang dihadapi kelompok tersebut, tim pengabdian dari Universitas Sumatera Utara (USU) meluncurkan program bertajuk “Inovasi Pengemasan Ikan Kaleng Berbasis Digital Marketing dalam Pengembangan UMKM KPPI Medang Deras.”

Program ini diketuai oleh Franklin Asido Rossevelt, S.AP., M.K.P., dengan anggota Dr. Nauas Domu Marihot Romauli, S.T.P., M.Eng. dan Muhammad Arif Lubis, S.E., M.Si. Kegiatan berfokus membantu KPPI di Dusun Kuala Sipare, Desa Medang, untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui sistem pengemasan, serta memperluas jangkauan pasar melalui teknologi digital.

Kendala Produksi dan Pengemasan Manual

Selama ini, proses pengolahan Rendang Kerang Siput Menterang oleh KPPI masih dilakukan secara manual dan konvensional. Kondisi ini membuat proses produksi memakan waktu lama dan kapasitasnya sangat terbatas.

Berdasarkan data awal, kapasitas produksi mitra hanya sekitar 120 kilogram per tahun, dengan volume pengolahan maksimal 30 kilogram per siklus. Produktivitas tenaga kerja berkisar 2–3 kilogram per orang per hari, sementara tingkat risiko produk rusak atau tidak layak jual mencapai 15–20 persen.

Masalah lain timbul pada tahap pengemasan. Keterbatasan alat dan pengetahuan membuat KPPI belum bisa melakukan pengalengan secara mandiri. Pengalengan kemasan 200 gram secara eksternal membutuhkan biaya tambahan sekitar Rp7.000 hingga Rp10.000 per kaleng, yang membebani harga jual produk.

Dari sisi pemasaran, KPPI masih mengandalkan sistem pre-order (PO) dengan jaringan konsumen yang terbatas. Pemanfaatan media sosial, branding, marketplace, serta strategi pemasaran digital belum digarap secara optimal.

Penerapan Teknologi Modern dan Alih Iptek

Program pengabdian USU dirancang untuk mempercepat adopsi teknologi pada rantai produksi dan pengemasan. Fokus utamanya adalah penerapan teknologi pengalengan untuk meningkatkan efisiensi, standar higienis, serta daya simpan produk agar lebih tahan lama.

Kegiatan diawali dengan identifikasi masalah, dilanjutkan pelatihan operasional mesin, manajemen produksi, serta pendampingan intensif. Untuk mendukung hal tersebut, tim USU menyalurkan sejumlah perlengkapan modern seperti can seamer (mesin penutup kaleng), mesin sterilisasi mini retort, vacuum sealer, dan alat pendukung produksi lainnya.

"Di zaman serba digital saat ini, UMKM harus lebih berinovasi dalam pengelolaan maupun strategi penjualan. KPPI harus menangkap peluang positif ini agar produk unggulannya, rendang kerang menterang, tidak hanya menjadi olahan lokal tetapi mampu bersaing di tingkat nasional hingga mancanegara," ujar Ketua Tim Pengabdian, Franklin Asido Rossevelt, S.AP., M.K.P., Kamis (15/10/2026).

Pemasaran Digital dan Identitas Produk

Tidak hanya pembenahan di lini produksi, digital marketing menjadi pilar penting dalam program ini. Strategi yang diterapkan meliputi pembuatan toko daring di platform e-commerce serta optimalisasi media sosial.

Transformasi ini didukung dengan penguatan identitas produk melalui desain kemasan (branding) yang lebih menarik dan informatif, penataan strategi harga, serta promosi yang terarah. Dengan begitu, pemasaran produk tidak lagi bergantung pada pasar lokal atau sistem pre-order, melainkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas secara berkelanjutan.

Target Efisiensi, Omzet, dan Dampak Strategis

Program ini menargetkan sejumlah capaian konkret:

- Kapasitas produksi: Meningkat efektif sebesar 50–70%.

- Daya simpan: Memanjang hingga 2–3 kali lipat.

- Biaya kemasan: Efisiensi biaya pengemasan turun 20–30% per unit.

- Jangkauan pasar: Meluas dari lokal menuju skala regional dan nasional, dengan target peningkatan konsumen aktif hingga 100%.

- Omzet usaha: Meningkat minimal 80%, dengan kontribusi penjualan digital ditargetkan melebihi 60% dari total penjualan.

Selain memberikan dampak ekonomi langsung bagi anggota KPPI, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)—khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, & Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Program ini juga memperkuat pelaksanaan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi (IKU 2, IKU 3, dan IKU 5) serta sejalan dengan arah Asta Cita Pembangunan Nasional, terutama dalam hal ketahanan pangan lokal, pemberdayaan perempuan pesisir, dan hilirisasi produk perikanan.

Ucapan Terima Kasih

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas kepercayaan, pendanaan, dan dukungan dalam pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026/2027.

2. Universitas Sumatera Utara, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM USU), atas fasilitas, koordinasi, dan pendampingan selama program berjalan.

3. Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Kecamatan Medang Deras, Kelurahan Pangkalan Dodek Baru, beserta seluruh jajaran terkait atas izin dan dukungannya.

4. Kelompok Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Batu Baram atas partisipasi aktif, keterbukaan, dan semangat antusiasme sepanjang proses pelatihan dan pendampingan.

5. Seluruh pihak yang telah memberikan dukungan material maupun nonmaterial hingga program ini terlaksana dengan baik.

Semoga kolaborasi dan inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Batu Bara.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network