Perubahan pesisir juga membuat warga khawatir terhadap mangrove. Bagi nelayan, vegetasi itu bukan sekadar tanaman yang tumbuh di tepi perairan. Mangrove menjadi bagian dari ekosistem tempat ikan dan udang berkembang.
Sejumlah warga, termasuk Irwansyah, mencoba menanam kembali mangrove. Upaya itu dilakukan ketika kehidupan mereka semakin bergantung pada pesisir yang terus berubah.
Dari atas titian kayu Kampung Nelayan Seberang, perubahan itu terlihat bersisian dengan kehidupan warga. Rumah-rumah kayu berdiri di atas tiang yang ditancapkan ke perairan dangkal. Air kecokelatan menggenang di bawah bangunan. Batang kayu dan bagian mangrove yang mati terlihat di sekitar permukiman.
Di salah satu rumah, Badrun, 49 tahun, sedang bertukang. Hari itu ia tidak melaut.
Sudah tiga hari pekerjaan rumah tersebut ditinggalkan. Ia kembali mengerjakannya karena melaut tidak selalu menghasilkan uang yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Bahan bakar dan kebutuhan selama berada di laut tetap harus dibayar, sementara hasil tangkapan belum tentu cukup untuk menutupnya.
“Kalau Rp100.000 itu mungkin habis selesai di jalan,” kata Badrun.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
