Rumah Roboh, Bantuan Terhenti: Potret Miah dan Masalah Data Warga Miskin di Belawan

Junaidin Zai
Miah, lansia 73 tahun di Medan yang tinggal di dalam rumah yang lapuk dan nyaris ambruk di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. (Foto: istimewa)

“Kadang-kadang di desilnya bisa desil 10, rupanya dipakai untuk beli mobil. Sementara dia orang susah,” katanya.

Ia juga menyebut seorang warga di kawasan Bahari yang menurutnya layak masuk kelompok kesejahteraan rendah, tetapi data kependudukannya tercatat berkaitan dengan listrik untuk sejumlah rumah.

Robby mengatakan pemerintah kecamatan berupaya memperbaiki data warga yang dinilai tidak sesuai. Ia juga mengingatkan warga agar tidak sembarangan memberikan KTP atau kartu keluarga kepada orang lain.

Dalam kasus Miah, anaknya, Mariani (51), janda dan bekerja mencuci pakaian di rumah orang dengan penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan, mengatakan keluarga sedang meminta bantuan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengurus persoalan tersebut.

Sejak rumah roboh, Mariani memilih tidur di rumah tetangga pada malam hari. Ia khawatir bangunan kembali runtuh. Miah sendiri menolak pindah ke rumah anaknya di Martubung atau ke panti sosial.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network