Kondisi Pelajar Karo Korban Keracunan MBG Membaik, Dokter Pastikan Tak Ada Gangguan Saraf

Ismail
Kadiskes Sumut Faisal Hasrymi, Dirut RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution, tim dokter dan keluarga pasien saat family meeting terkait kondisi siswi korban keracunan MBG, Krismas Br Sihite, di RSU Haji Medan, Kamis, 17 September 2026. Foto: iNewsMedan

MEDAN, iNewsMedan.id — Setelah sempat kembali memburuk dan menjalani perawatan intensif untuk kedua kalinya, kondisi Krismas Br Sihite kini mulai menemukan titik terang. Tim dokter RSU Haji Medan memastikan tidak ditemukan gangguan pada saraf, sementara pemeriksaan lanjutan mengarah pada dua persoalan utama, yakni peradangan lambung dan masalah psikiatri.

Perkembangan terbaru itu disampaikan dalam family meeting antara tim medis, pemerintah dan keluarga Krismas di RSU Haji Medan, Kamis, 17 September 2026.

Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy, Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution, tim dokter penanggung jawab pasien dari sejumlah disiplin ilmu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donald Simanjuntak serta keluarga Krismas.

Perkembangan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran keluarga setelah kondisi siswi SMA Negeri 1 Berastagi tersebut kembali menurun usai sebelumnya diperbolehkan pulang.

Krismas sebelumnya sempat menjalani perawatan sekitar 10 hari di RS Haji Medan setelah insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 13 Agustus 2026. Ia dinyatakan membaik dan pulang pada 21 Agustus 2026.

Namun, kondisi Krismas kembali menurun saat berada di rumah. Pada 10 September 2026, keluarga membawanya ke RS Efarina Berastagi. Saat itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang tengah menjenguk sejumlah pasien kemudian meminta Krismas kembali mendapatkan perawatan di RS Haji Medan.

Krismas akhirnya kembali dirawat di RS Haji Medan, bahkan sempat menjalani perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Saat itu keluarga mengeluhkan sejumlah kondisi yang dialami Krismas, mulai dari sakit perut, pusing hingga kebas pada kedua kaki. Keluarga juga berharap mendapat kepastian mengenai kondisi medis yang dialami Krismas dan sempat meminta agar pasien dirujuk ke Jakarta.

Setelah menjalani pemeriksaan lebih menyeluruh oleh dokter dari berbagai bidang, kondisi medis Krismas kini dinilai lebih mengerucut.

Kadis Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy mengatakan, dari hasil pemeriksaan para dokter, tidak ditemukan persoalan yang mengharuskan Krismas menjalani perawatan di rumah sakit lain.

"Para dokter yang hari ini hadir dari berbagai disiplin ilmu, yang tentunya yang mereka sampaikan itu bisa dipertanggungjawabkan. Hari ini sudah terbuka semuanya," kata Faisal.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan tim medis telah menjawab sejumlah kekhawatiran yang sebelumnya muncul. Dari sisi medis, penanganan Krismas dapat dilanjutkan di RSU Haji Medan tanpa harus dirujuk ke Jakarta.

Faisal mengatakan, persoalan Krismas saat ini mengarah pada dua hal yang membutuhkan penanganan lanjutan, yakni kondisi lambung dan psikiatri.

"Yang paling besar itu masalah psikis. Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi kita," ujarnya.

Ia menilai dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan Krismas. Keluarga diminta membantu pasien mengurangi beban psikologis dan tidak terus terjebak pada pengalaman yang membuatnya cemas.

"Yakinkan kepada anak kita bahwa dia sudah sehat, sudah baik. Hanya proses pemulihan, hanya proses kesembuhan," kata Faisal.

Endoskopi Temukan Peradangan Lambung

Dari pemeriksaan saluran pencernaan, dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi, dr Ade Rachmat, menjelaskan Krismas telah menjalani endoskopi.

Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya luka atau erosi pada pangkal tenggorokan maupun kerongkongan. Namun, kondisi berbeda ditemukan ketika kamera endoskopi masuk ke lambung.

Tim dokter menemukan cairan berbuih bercampur warna kuning serta kemerahan dan erosi pada area lambung.

Menurut Ade, peradangan tersebut ditemukan cukup luas, mulai dari bagian lambung hingga pintu menuju usus dua belas jari.

"Kalau dilihat dengan gambaran endoskopi seperti ini, artinya ini disebut dengan pangastritis. Jadi kalau pangastritis berarti semua area dari lambung itu mengalami peradangan," jelas Ade.

Untuk mengetahui penyebabnya secara lebih spesifik, dokter mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan biopsi. Hasilnya diperkirakan dapat diketahui dalam lima hingga delapan hari.

Hingga saat ini dokter masih menunggu hasil biopsi untuk memastikan apakah peradangan tersebut berkaitan dengan infeksi atau penyebab lainnya.

Tidak Ada Indikasi Rujuk Jakarta

Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution mengatakan, tim dokter telah menangani Krismas dengan melibatkan sejumlah spesialis.

Selain dokter anak, pemeriksaan juga melibatkan dokter dengan kompetensi di bidang ginjal, saraf dan saluran pencernaan. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, rumah sakit belum menemukan alasan medis yang mengharuskan Krismas dirujuk ke Jakarta.

"Kalau ada masalah lagi kami siap menerima adik Krismas untuk kontrol kembali rawat jalan ke Rumah Sakit Haji. Jadi tetap dalam pantauan kami keadaan kesehatan Krismas untuk selanjutnya," kata Yulinda.

Rumah sakit juga akan membekali Krismas dengan obat untuk mendukung proses pemulihan setelah menjalani perawatan.

Ia mengatakan, apabila hasil asesmen dokter menunjukkan pasien membutuhkan penanganan yang tidak tersedia di rumah sakit tersebut, rujukan ke rumah sakit tipe A akan dilakukan. Namun, berdasarkan pemeriksaan terbaru, kondisi Krismas belum menunjukkan kebutuhan tersebut.

"Alhamdulillah dari hasil asesmen, pemeriksaan yang dilakukan oleh kawan-kawan dari dokter spesialis dan konsultan ini, semuanya sudah mengerucut," ujarnya.

Menurut Yulinda , pemeriksaan neurologis juga tidak menunjukkan masalah pada saraf. Dengan perkembangan tersebut, Krismas diharapkan dapat melanjutkan pemulihan tanpa harus berpindah rumah sakit.

"Alhamdulillah masalah dari persyarafannya, neuronya tidak masalah," katanya.

Tim medis selanjutnya akan memantau perkembangan kondisi Krismas dan menentukan pola perawatan lanjutan. Jika kondisinya terus membaik, pasien dapat menjalani kontrol secara rawat jalan, baik di Karo maupun RSU Haji Medan.

Yulinda juga memastikan pihak rumah sakit tetap membuka akses bagi keluarga apabila Krismas membutuhkan pemeriksaan atau perawatan kembali.

Sementara itu, Faisal meminta keluarga memberikan dukungan selama proses pemulihan. Ia menekankan bahwa proses penyembuhan, khususnya pada aspek psikologis, tidak berlangsung seketika dan membutuhkan pendampingan.

"Memang untuk penyembuhan ada proses. Ini yang harus dikuatkan oleh keluarga. Psikologisnya harus kuat," katanya.

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network