Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga tenis meja di Sumatera Utara. Ajang ini sekaligus menjadi wadah pertemuan antarklub dan komunitas tenis meja dari berbagai daerah.
Kompetisi semakin semarak dengan kehadiran sejumlah atlet nasional dan internasional. Dari Tiongkok, hadir Yan Tao dan Lou Zheng yang memperkuat PTM Angsapura. Sementara dari Malaysia, terdapat Hasri Aci dan Quek Senyang yang membela PTM Unggas PKU.
Sejumlah atlet nasional turut ambil bagian, antara lain Nael Niman, Lucky Purkani, dan Sena dari SIM Sport Lampung, serta Gibran, Mumtaz dari TSP Club Stoni, Rio, Abdul Khoir, dan atlet nasional lainnya. Kehadiran mereka membuat persaingan berlangsung kompetitif sekaligus memberi pengalaman berharga bagi atlet lokal Sumatera Utara.
Di tengah jalannya pertandingan, Lokot Nasution menyempatkan diri hadir langsung di arena. Meski kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih, ia tetap datang ke GOR Martial Arts untuk memastikan turnamen berjalan lancar serta menyapa langsung para atlet, klub, ofisial, wasit, panitia, dan komunitas tenis meja.
“Nggak enak sama Mahlud, Bang Nanda, Jambang, Ko Andre, Bang Kocu, dan kawan-kawan lain. Kami sepakat menjadikan pingpong Sumut salah satu kiblat pingpong nasional. Kami belajar dari Ustaz Adi Hidayat dengan UAH International Series—kegiatan itu secara tidak langsung menghadirkan lawan tanding kelas dunia bagi atlet nasional kita. Nah, kalau kami, untuk meningkatkan kualitas atlet Sumut dulu aja, he-he,” ujar Lokot santai.
Persaingan sepanjang turnamen berlangsung ketat, namun para peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Lokot berharap Piala AHY Cup tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi bisa berkembang menjadi agenda rutin yang berkontribusi nyata bagi pembinaan tenis meja di Sumatera Utara.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
