Senada dengan hal tersebut, Founder Komunitas Ibu Profesional, Septi Peni Wulandani, menekankan bahwa bermain bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa utama anak dalam mengenal dunia dan mempererat ikatan dengan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertamanya. Melalui tema "Aku dan Bapakku", ia menyoroti peran penting sosok ayah yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun dalam proses tumbuh kembang anak.
"Bermain adalah bahasa pertama anak, dan telah terbukti menjadi salah satu cara terbaik untuk anak belajar dan membangun kedekatan dengan keluarga sebagai ‘sekolah’ pertamanya. Karena itu kami percaya bahwa setiap momen bermain sesungguhnya adalah momen belajar, membangun komunikasi, dan mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Dengan tema 'Aku dan Bapakku', kami ingin semakin banyak ayah menyadari bahwa kehadiran mereka bukan sekadar membantu pengasuhan, tetapi menjadi bagian yang tidak tergantikan dalam proses tumbuh kembang anak. Kami berharap ini menjadi awal lahirnya budaya baru di Indonesia, yaitu budaya keluarga yang belajar, bermain, dan bertumbuh bersama,” ujarnya.
Dampak Berkelanjutan Gerakan THSN
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, gerakan THSN Indonesia tercatat telah memberikan dampak positif kepada lebih dari 40.000 anak dan keluarga melalui berbagai inisiatif pendidikan, nutrisi, ketahanan keluarga, hingga literasi keuangan.
“Program-program The Human Safety Net merupakan bagian dari komitmen Generali Indonesia dalam menjalankan perannya sebagai responsible corporate citizen. Melalui berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada pemberdayaan keluarga dan anak, serta dukungan terhadap kegiatan olahraga dan pelestarian lingkungan yang berkontribusi pada penyerapan karbon, Generali Indonesia terus berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Devi.
Editor : Chris
Artikel Terkait
