MEDAN, iNewsMedan.id - Sewaktu fisik masih bugar dan waktu terasa luang, mulailah membiasakan diri beramal saleh. Kebiasaan kecil yang konsisten saat kondisi lapang ini bukan sekadar tabungan kebaikan, melainkan "asuransi pahala" ketika keadaan kelak berubah.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah mengingatkan bahwasanya orang yang berakal akan memanfaatkan masa sehat dan senggangnya untuk rajin beramal. Sebab, ketika suatu hari ia jatuh sakit atau mendadak sibuk hingga tak lagi sanggup beribadah seperti biasa, Allah tetap mencatat pahala amalnya secara sempurna—seolah-olah ia masih rutin melakukannya.
Prinsip ini sejalan dengan pesan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang sangat melegenda:
"Gunakanlah kesehatanmu sebelum datang sakitmu, dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu." (HR. Bukhari no. 6416)
Poin utamanya sederhana: saat ketaatan terhadap ajaran Islam sudah menjadi karakter dan rutinitas harian kita, rasa sakit atau kesibukan tidak akan menghentikan alir pavorit pahala tersebut. Sebuah bentuk kasih sayang dan kemudahan yang luar biasa dari Allah bagi hamba-Nya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
