JAKARTA, iNewsMedan.id - Transparansi mengenai sumber bahan baku dan proses produksi kini menjadi faktor penting bagi orang tua dalam memilih produk nutrisi untuk anak. Menjawab kebutuhan tersebut, AceKid menggelar program Ace Fresh Journey sebagai bagian dari kampanye CekTransparansiAceKid, mengajak lebih dari 30 ibu, figur publik, pakar kesehatan, hingga mitra ritel melihat langsung ekosistem produksi FEIHE AceKid di Tiongkok.
Para peserta diajak menelusuri rantai produksi secara lengkap, mulai dari peternakan mandiri di Qiqihar hingga fasilitas pengolahan modern (Smart Factory) di Harbin.
Lucky Zheng, Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, menjelaskan bahwa keterbukaan ini bertujuan untuk memberikan keyakinan penuh kepada konsumen.
"Kami percaya orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan, tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga dari peternakan hingga menjadi susu formula," ungkap Lucky dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).
Peternakan Terintegrasi: FEIHE AceKid mengelola 15 peternakan mandiri dengan sekitar 150.000 ekor sapi di kawasan Golden Milk Source (47° Lintang Utara).
Standar Kebersihan Tinggi: Susu segar yang diperah secara otomatis langsung didinginkan pada suhu 0–4°C dan tiba di pabrik dalam kurun waktu sekitar dua jam. Kandungan bakteri pada susu segar ini diklaim 20 kali lebih rendah dibanding standar Uni Eropa.
Smart Factory & Keamanan Teruji: Menggunakan metode One-Step Fresh Process untuk menjaga keutuhan nutrisi alami. Setiap batch produk harus melewati 25 tahapan produksi dan 411 kali pemeriksaan kualitas. Pabrik ini juga mencatatkan rekam jejak zero food safety accident selama lebih dari 64 tahun.
Pengalaman menyaksikan langsung rantai produksi ini memberikan impresi mendalam bagi para peserta:
Denny Sumargo (Brand Ambassador AceKid): Menyampaikan bahwa melihat langsung proses dari hulu ke hilir membuka pandangan baru tentang pentingnya memahami asal-usul produk nutrisi anak, bukan sekadar membaca label kemasan.
Ryana Dea (Aktris & Ibu): Membagikan pengalaman pribadinya setelah rutin memberikan AceKid kepada anak. "Anak terasa lebih nyaman dan tidak lagi sering rewel karena kembung setelah minum susu," ujarnya.
Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) (Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang): Menjelaskan bahwa pemilihan susu formula idealnya memperhatikan komposisi utama berbasis susu segar serta bebas dari maltodekstrin dan perisa sintetik. Keterbukaan informasi proses produksi dianggap sangat membantu orang tua membuat keputusan yang tepat.
David Setiawan (Pemilik Raja Susu): Menilai konsumen saat ini semakin kritis. Pemahaman langsung terkait alur produksi membantu pihak ritel memberikan edukasi yang lebih akurat kepada orang tua.
Melalui kampanye ini, AceKid mengajak konsumen melangkah lebih jauh dari sekadar cek komposisi menuju 'Cek Transparansi'. Untuk mendukung hal tersebut, kemasan AceKid kini dilengkapi fitur keterlacakan berbasis QR code agar orang tua dapat memantau jejak asal-usul susu secara mandiri.
AceKid menegaskan tetap mendukung pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama yang dilanjutkan bersama MPASI sebagai nutrisi terbaik bagi bayi. Penggunaan susu formula hendaknya disesuaikan dengan usia serta kebutuhan anak berdasarkan saran tenaga kesehatan.
Editor : Chris
Artikel Terkait
