Toni menegaskan peserta yang mengalami kesulitan tidak perlu panik. Mereka dapat meminta bantuan melalui Kantor Cabang TASPEN maupun mitra bayar yang melayani pembayaran manfaat pensiun.
“Peserta yang memiliki keterbatasan atau mengalami kendala dalam autentikasi mandiri dapat meminta bantuan. Jangan sampai karena kendala teknis kemudian peserta tidak mendapatkan informasi atau pelayanan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital, peserta pensiun juga diminta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pensiun.
Peserta diingatkan untuk tidak memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, nomor rekening, maupun data pribadi kepada pihak yang identitasnya tidak dapat dipastikan. Peserta juga diminta tidak sembarangan membuka tautan atau memasang aplikasi yang dikirim melalui pesan pribadi.
“Jangan mudah percaya hanya karena seseorang mengaku sebagai petugas. Logo, nama, maupun tampilan pesan bisa saja dipalsukan. Kalau ada informasi yang mencurigakan, tahan dulu, pastikan melalui kanal resmi, kemudian laporkan jika memang ditemukan dugaan penipuan,” kata Toni.
Ia mengajak peserta menerapkan prinsip TAHAN – PASTIKAN – LAPORKAN setiap kali menerima komunikasi mencurigakan. Peserta dapat menahan diri untuk tidak langsung mengikuti instruksi dari pihak yang belum terverifikasi, memastikan informasi melalui kanal resmi, serta melaporkan dugaan penipuan melalui layanan resmi.
“Yang paling penting, peserta jangan sampai lengah. Autentikasi dilakukan untuk menjaga kelancaran manfaat, sementara kewaspadaan terhadap penipuan diperlukan agar data dan hak peserta tetap terlindungi,” pungkas Toni.
Editor : Chris
Artikel Terkait
