Produk yang dibawa mencerminkan keberagaman potensi ekonomi kreatif Sumatera Utara, mulai dari wastra dan kerajinan hingga produk olahan dan inovasi berbasis sumber daya lokal.
Selain pameran secara langsung, UMKM binaan Bank Indonesia Sumatera Utara juga mendapat ruang promosi melalui kanal digital KKI. Dari lebih dari 1.300 UMKM yang berpartisipasi dalam pameran daring melalui platform KKI, terdapat 36 UMKM binaan KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Partisipasi secara daring tersebut menjadi strategi untuk memperluas jangkauan pemasaran UMKM Sumatera Utara di luar pasar konvensional. Pemanfaatan kanal digital juga membuka peluang bagi produk lokal untuk dikenal konsumen dari berbagai daerah.
Pembukaan KKI 2026 dilakukan oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming, dan dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga, perwakilan negara sahabat, asosiasi, perbankan, serta pelaku usaha.
Dalam pembukaan tersebut, Destry menekankan tiga kata kunci dalam penguatan UMKM, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.
"Bangkit menjadi semangat pemulihan UMKM menghadapi berbagai tantangan, tangguh melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, serta berdaya saing melalui inovasi produk dan perluasan pasar domestik maupun ekspor," jelasnya.
KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, antara lain talkshow ekonomi dan keuangan inklusif, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, value chain, serta showcase UMKM secara daring dan luring.
Bagi UMKM Sumatera Utara, keikutsertaan dalam KKI 2026 menjadi momentum untuk membawa kekuatan produk lokal ke ruang pasar yang lebih luas. Dengan dukungan promosi, penguatan jejaring, dan pemanfaatan kanal digital, produk-produk unggulan Sumatera Utara diharapkan semakin mampu bersaing di tingkat nasional hingga pasar global.
Editor : Chris
Artikel Terkait
