Ia menjelaskan bahwa bidang kesehatan dapat menjadi salah satu fokus kerja sama. Penanganan stunting, misalnya, dapat menjadi bagian dari program CSR apabila hal tersebut menjadi prioritas kebutuhan yang ingin ditangani bersama.
Selain kesehatan, Rico Waas juga membuka peluang kerja sama di bidang UMKM, penanganan kemiskinan, literasi, hingga pencegahan narkoba. Menurutnya, program CSR tidak harus selalu terpaku pada pola yang sama.
“Kenapa enggak CSR-nya yang lain? Kebun Binatang Medan saja kasih makan kebun binatang Medan, itu CSR. Kalau perlu, salah satu binatang di situ menjadi anak angkat satu perusahaan,” ujarnya.
Rico Waas turut mendorong perusahaan agar mengambil bagian dalam penghijauan kota. Penanaman pohon maupun pembangunan taman kota, menurutnya, dapat menjadi bentuk CSR yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat ruang publik.
“Kalau kita kekurangan pohon, tanam saja pohon. Boleh kasih label kecil di situ. Asal pohonnya ditanam, ada hijau-hijau. Bikin taman kota juga silakan,” katanya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
