MEDAN, iNewsMedan.id– Kerja keras, rasa ingin tahu, dan keberanian meneliti membawa siswa Yayasan Pendidikan Jabal Rahmah Mulia menorehkan prestasi di panggung internasional. Pada ajang 2026 Japan Design, Idea and Invention Expo di Kansai Airport Conference Halls, Jepang, mereka mempersembahkan satu medali emas dan satu medali perak melalui karya riset yang berangkat dari persoalan sehari-hari.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari lingkungan sekolah mampu bersaing di tingkat dunia. Dua penelitian yang dipresentasikan mengangkat isu kesehatan dan lingkungan dengan pendekatan ilmiah yang mendapat apresiasi dari dewan juri internasional.
Medali emas dipersembahkan tim putri Micro Armor melalui penelitian berjudul "Eco-friendly antibacterial socks and liquid from betel leaf, tea tree oil & aloe vera".
Riset itu menghasilkan cairan dan kaus kaki antibakteri berbahan alami yang memanfaatkan ekstrak daun sirih, tea tree oil, dan lidah buaya. Produk tersebut dirancang untuk membantu mengurangi bau kaki sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri dengan bahan yang aman bagi kulit serta ramah lingkungan.
Di balik keberhasilan itu, para anggota tim harus melewati proses penelitian yang tidak singkat. Mereka melakukan berbagai tahapan mulai dari ekstraksi bahan alami, pengujian daya hambat bakteri di laboratorium, penyempurnaan formulasi, hingga penyusunan laporan ilmiah berstandar internasional dan presentasi di hadapan panel juri.
Tim peraih medali emas terdiri atas Thalita Shaqy Sitepu, Talitha Nazura Taufiq, Alya Aziza Muthi, Dewika Lubis, Khairunnisa, dan Indy Ulya Nauval Hasibuan.
Prestasi lainnya datang dari tim putra Carta di Manioca yang membawa pulang medali perak melalui penelitian bertajuk "Utilization of cassava peel waste as a raw material for eco-friendly paper production".
Lewat penelitian tersebut, limbah kulit singkong diolah menjadi kertas biodegradable yang ramah lingkungan. Inovasi itu menawarkan alternatif pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah organik.
Untuk menghasilkan kertas dengan kualitas yang baik, tim harus menjalani berbagai kali percobaan. Mereka mencari formulasi yang tepat agar serat selulosa dari kulit singkong dapat menghasilkan lembaran kertas yang kuat dan tidak mudah robek.
Tim peraih medali perak beranggotakan Azka Khairuzan Mukti, Faiz Maulana Taufiq, Zacky Al Hilal, dan Rafaditya Rahadian.
Direktur Sekolah Jabal Rahmah Mulia, Jihaan Harvi Habibah, menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan riset yang konsisten mampu melahirkan generasi muda yang kompetitif di tingkat internasional.
"Capaian internasional ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan riset berlandaskan nilai-nilai Islam mampu melahirkan peneliti muda berkarakter unggul. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan menyediakan wadah inovasi terbaik bagi seluruh siswa. Semoga keberhasilan di Jepang ini memotivasi seluruh peserta didik untuk berani bermimpi besar dan mendunia," tegas Jihaan Harvi Habibah selaku Direktur Sekolah Jabal Rahmah Mulia.
Prestasi di Jepang menambah daftar capaian internasional yang diraih siswa Jabal Rahmah Mulia sekaligus memperlihatkan bahwa budaya riset dapat ditanamkan sejak bangku sekolah. Melalui pendampingan guru dan pembinaan yang berkelanjutan, para siswa didorong untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
