Pada sesi praktik yang berlangsung Jumat (31/7), instruktur Manajemen Keselamatan Ditjen Hubdat, Rudi, melatih pengemudi mengenai perilaku berkendara yang aman. Materi meliputi kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, menghindari pengereman mendadak, tidak menggunakan telepon seluler saat mengemudi, serta menghindari kebiasaan memacu kendaraan secara berlebihan.
Selain aspek keselamatan, pengemudi juga dibekali materi pelayanan kepada penumpang, seperti menjaga sikap ramah, mengendalikan emosi saat menghadapi kemacetan, serta memastikan waktu istirahat cukup untuk mencegah micro-sleep.
Direktur PT ALS, Chandra Lubis, mengatakan perusahaan menyambut baik pelatihan tersebut karena dapat meningkatkan kompetensi pengemudi dalam mengutamakan keselamatan perjalanan.
Ia mengakui ALS sebelumnya juga rutin mengadakan pelatihan bersama kepolisian dan Jasa Raharja, meski intensitasnya masih terbatas. Menurutnya, pelatihan dari Kemenhub menjadi momentum untuk memperkuat budaya keselamatan di lingkungan perusahaan.
‘’Safety Driving sangat bermanfaat, khususnya bagi para sopir kami. Sesuai motto ALS: ‘’Naik Sebagai Penumpang, Turun Jadi Saudara”, harus dipahami dengan baik, sebab semboyan kami itu menyangkut kehangatan, keakraban, dan rasa persaudaraan yang tinggi antara bus ALS dengan para penumpangnya,’’ demikian Chandra.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
