Menurut Eko, Piala Presiden Elite 2026 memiliki nilai penting bagi perkembangan timnya. Selain menjadi ajang menguji kesiapan kolektif, turnamen ini juga menjadi panggung bagi setiap pemain untuk membuktikan kualitas di hadapan publik sepak bola Indonesia.
"Saya berharap semua pemain bisa menampilkan kemampuan terbaik. Walaupun ini masih pramusim, setiap pertandingan sangat penting untuk proses pematangan tim menuju Liga 2. Selain itu, penampilan mereka juga menjadi perhatian masyarakat Indonesia," katanya.
Kondisi skuad PSMS juga membawa kabar positif. Seluruh pemain dipastikan siap diturunkan meski beberapa sempat mengalami benturan ringan pada pertandingan melawan Port FC.
"Alhamdulillah kondisi semua pemain baik setelah pertandingan kemarin. Memang ada beberapa yang mengalami cedera ringan, tetapi tidak serius dan semuanya siap dimainkan," pungkas Eko.
Laga ini sekaligus menghidupkan kembali rivalitas klasik dua klub besar Indonesia. PSMS Medan dan Persebaya Surabaya merupakan kekuatan tradisional yang telah mengukir sejarah sejak kompetisi Perserikatan. PSMS tercatat sebagai salah satu klub tersukses dengan koleksi tujuh gelar Perserikatan, sedangkan Persebaya juga memiliki tradisi juara dan basis suporter yang sangat besar.
Meski dalam beberapa musim terakhir keduanya jarang bertemu karena tampil di kasta berbeda, setiap perjumpaan tetap menghadirkan gengsi tinggi. Itulah sebabnya duel di Stadion Gelora Bung Tomo kali ini diprediksi kembali menjadi pertarungan klasik "Duel Duo Hijau" yang selalu dinantikan pecinta sepak bola nasional.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
