MEDAN, iNewsMedan.id - Momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan Alfamart untuk menggelar edukasi gizi bagi orang tua penerima manfaat Program Satu Telur Sehari di Kecamatan Medan Tembung, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Alfamart untuk mendukung percepatan penanganan stunting melalui intervensi gizi anak.
Melalui program ini, Alfamart memberikan bantuan berupa telur setiap hari selama enam bulan, mulai Mei hingga Oktober, kepada 100 anak berisiko stunting di Kecamatan Medan Tembung dan Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Dalam kegiatan edukasi tersebut, Fenti Saragih selaku Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Kota Medan menjelaskan pentingnya gizi seimbang selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.
"1.000 Hari Pertama Kehidupan sangat menentukan tumbuh kembang anak, sehingga orang tua perlu memastikan asupan gizi seimbang terpenuhi sejak dini," terangnya.
Tim Pengelola Program Gizi juga memaparkan panduan gizi seimbang guna memperbaiki status gizi anak dan mendukung pertumbuhannya. Edukasi ini diberikan agar intervensi gizi berjalan optimal melalui perubahan pola asuh dan pemahaman keluarga.
Program Satu Telur Sehari oleh Alfamart menyasar anak berusia 1 hingga 3 tahun yang terdata berisiko stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader posyandu di masing-masing daerah.
Selama enam bulan pelaksanaan sejak Mei 2026, setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari. Penyaluran dilakukan secara berkala melalui puskesmas setempat agar pendampingan terhadap penerima manfaat berjalan secara berkelanjutan.
Keberlanjutan program ini melanjutkan capaian positif pada tahun 2022, 2024, dan 2025 yang telah memberikan manfaat kepada 2.591 anak di 47 kota dengan distribusi lebih dari 469.000 butir telur.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menyampaikan bahwa Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya.
"Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia," ujar Rani.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang disalurkan atau luasnya wilayah yang dijangkau, melainkan juga dari perubahan perilaku keluarga yang pada akhirnya berkontribusi menekan angka stunting nasional.
Program Satu Telur Sehari dan edukasi gizi ini turut berlangsung di 38 kota/kabupaten lainnya di Indonesia dengan berkoordinasi bersama dinas kesehatan setempat, melibatkan 2.700 balita atau anak, serta menyalurkan total 510.000 butir telur.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
