Wahyudi menjelaskan bahwa percepatan ini dilakukan melalui penambahan pasokan BBM dan armada mobil tangki. Pertamina Sumbagut menambah 35 unit mobil tangki industri dengan sistem sewa, sehingga total armada yang beroperasi mencapai 165 unit dari sebelumnya 130 unit.
"Strategi ini meningkatkan suplai yang semula 112 persen menjadi 120 hingga 125 persen. Langkah ini konkret karena kebutuhan masyarakat memang meningkat," jelasnya.
Seluruh armada dikerahkan secara kontinu sejak Kamis (16/7/2026) dari berbagai titik, yakni Fuel Terminal Medan, Fuel Terminal Pematangsiantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Fuel Terminal Lhokseumawe. Kecepatan penguatan stok ini terbukti efektif mengurai antrean yang sebelumnya sempat viral di media sosial.
Meski kondisi sudah pulih, Wahyudi menegaskan bahwa pihak BPH Migas akan terus melakukan pemantauan selama beberapa hari ke depan. Pihaknya akan tetap menjalankan skema distribusi reguler, alternatif, hingga emergensi sampai kondisi benar-benar stabil dan terukur.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
