Teknologi ini dioperasikan oleh tim dokter spesialis multidisiplin RSU Bunda Padang yang kompeten dan sesuai standar RS Bunda Group. Sebagai pelopor bedah robotik di Indonesia sejak 2012, BMHS telah menangani lebih dari 950 prosedur. Kompetensi tim ini diperkuat melalui program pelatihan berkelanjutan, menjadikan RSU Bunda Padang sebagai pusat rujukan bedah robotik di Sumatera Barat yang didukung sumber daya medis lokal yang mumpuni.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Dr. Agus Heru Darjono, menyampaikan bahwa ekspansi ini mencerminkan arah pengembangan BMHS sebagai grup layanan kesehatan yang tumbuh dari sisi kapasitas maupun kedalaman layanan. "Kami berharap ekspansi dan perluasan fasilitas di RSU Bunda Padang ini dapat menjadi titik rujukan baru bagi masyarakat Sumatera dalam mengakses layanan bedah berteknologi tinggi, sehingga penanganan terbaik tidak lagi terpusat di Pulau Jawa," ujarnya.
Ekspansi ini juga mencakup perluasan fisik RSU Bunda Padang, meliputi penambahan kapasitas tempat tidur rawat inap, fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta kamar bedah berstandar RS Bunda Group. "Dengan rata-rata lebih dari 18.000 pasien yang dilayani setiap bulannya, penambahan infrastruktur ini menjadi respons langsung atas kebutuhan layanan kesehatan komprehensif yang terus tumbuh di Sumatera Barat dan sekitarnya," jelasnya.
Sejalan dengan momentum tersebut, Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.iM., turut mengunjungi RSU Bunda Padang untuk melihat langsung pengembangan fasilitas serta layanan kesehatan terbaru yang dihadirkan.
Hospital Director RSU Bunda Padang, Dr. (HC) dr. Helgawati, M.M., C.Med., menambahkan bahwa selama lebih dari 18 tahun menjadi bagian dari BMHS, RSU Bunda Padang telah tumbuh bersama masyarakat Sumatera Barat. Pengembangan ini adalah wujud komitmen rumah sakit dalam menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari perawatan ibu dan anak hingga tindakan bedah kompleks. "Sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus bepergian ke luar pulau bahkan ke luar negeri," ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
