Serakah selalu mencoba mendobrak pintu takaran. Ia memicu manusia untuk menghalalkan segala cara: memotong hak orang lain, menyikut kawan, hingga memanipulasi keadaan. Sialnya, sekeras apa pun keserakahan itu bekerja memeras keringat dan logika, ia tidak akan pernah bisa menambah volume dari wadah yang sudah ditentukan. Hasil akhirnya hanyalah kelelahan jiwa yang akut.
Ulama Islam Abu Hatim Ibnu Hibban rahimahullah menyebutkan perkataan seorang penyair:
ينال الغنى من ليس يسعى إلى الغنى ... ويحرم من يسعى له ويداوم
Kekayaan terkadang didapatkan oleh orang yang tidak bersusah payah mengejarnya,
Dan terkadang luput dari orang yang terus-menerus berambisi mencarinya.
وما العجز يحرمه ولا الحرص جالب ... وما هو إلا حظوة ومقاسم ...
Bukanlah kelemahan diri yang menghalanginya dari rezeki, dan bukan pula ketamakan ambisi yang mendatangkannya.
Melainkan semua itu semata karunia dan takdir pembagian (dari Allah).
(Raudhatul ‘Uqala’ wa Nuzhatul Fudhala’, hlm. 156)
Semoga bermanfaat.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
