Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Wilayah Lingkar Pemuda Indonesia Sumatra Utara, Pangeran Butarbutar, turut menjelaskan dampak luas dari adanya dugaan korupsi di sektor pemenuhan gizi anak bangsa ini.
Aliansi tersebut berharap aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan tegas tanpa toleransi, termasuk memberikan sanksi maksimal seperti hukuman mati bagi pimpinan Badan Gizi Nasional yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
Menurut Pangeran, langkah tegas ini sangat diperlukan untuk menyelamatkan program strategis nasional dan mengembalikan kepercayaan publik.
Pemerintah melalui aparat penegak hukum diharapkan dapat menerapkan hukuman maksimal, baik melalui undang-undang tindak pidana pencucian uang maupun hukuman mati bagi pelaku korupsi di lembaga tersebut.
Oleh karena itu, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sumatra Utara Bersatu mendorong pemerintah untuk segera mengevaluasi efektivitas dan transparansi pelaksanaan program di seluruh wilayah, khususnya di Sumatra Utara, agar program dapat tepat sasaran dan berdaya guna.
Selain itu, aliansi juga menyarankan agar pemerintah melibatkan para profesional dan ahli gizi dalam setiap tahapan program, mulai dari perencanaan hingga pengawasan.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan standar kesehatan yang diberikan benar-benar terukur secara ilmiah. Pangeran menambahkan bahwa sebagai penyelenggara, Badan Gizi Nasional wajib meningkatkan mutu gizi dan memperbaiki menu makanan dengan menerapkan standarisasi menu yang bergizi, seimbang, serta sesuai dengan kearifan lokal agar manfaat kesehatannya dapat langsung dirasakan oleh penerimanya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
