Untuk pengelolaan sampah domestik, perusahaan mengoperasikan Waste Sortation Facility (WSF) yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular.
Fasilitas ini mengolah sekitar 14 jenis sampah per hari menjadi produk bernilai ekonomi, seperti eco-enzyme, kompos blok, hingga furnitur daur ulang.
Mahmud menegaskan, program-program tersebut merupakan bagian dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
"Kami berupaya menyelaraskan kegiatan operasional dengan perlindungan lingkungan agar manfaat pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan generasi mendatang," tutupnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
