Ia juga menyoroti kerusakan lingkungan di daerah hulu yang menjadi pemicu banjir kiriman, serta kebiasaan buruk sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke parit dan sungai. Oleh karena itu, Zakiyuddin menginstruksikan para camat, lurah, kepala lingkungan (kepling), hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) untuk fokus membersihkan parit, menjaga wilayah sungai, serta memangkas dahan pohon yang rawan tumbang demi keselamatan warga.
"Mari sama-sama kita jaga kebersihan lingkungan kita, kita jaga parit-parit kita. Karena sekarang ini, kita tidak tahu kapan dan dari mana banjir akan datang, sebab sudah banyak lingkungan kita yang dirusak oleh tangan manusia sendiri," lanjutnya.
Pria yang akrab disapa "Bang Zaki" ini juga mengimbau masyarakat luas untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Tolong edukasi ini sampaikan kepada masyarakat supaya tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan. Sampai hari ini, setiap malam saya masih melihat orang-orang membuang sampah sembarangan. Tolong lurah dan kepling ingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya," tegas Zakiyuddin.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, memaparkan rangkaian acara yang telah dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Medan Tahun 2026. Rangkaian kegiatan dimulai dari kampanye pengelolaan lingkungan hidup dan edukasi membuang sampah pada tempatnya. Selanjutnya, dilakukan penanaman 1.383 bibit pohon, gotong royong di wilayah kerja masing-masing, dan puncaknya adalah gotong royong massal di bantaran Sungai Babura.
"Kita melibatkan 19 ribu peserta dan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 28 ton selama pelaksanaan gotong royong ini," jelas Melvi.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
