Pendekatan kreatif melalui platform digital juga dinilai dapat menjadi cara efektif memperkenalkan budaya kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan media sosial dibandingkan bacaan konvensional.
Sementara itu, narasumber kegiatan A'ung Ezra Al'Fatah menilai rendahnya literasi budaya mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan budayawan dan pelaku seni. Derasnya tren digital disebut membuat karya budaya lokal semakin jarang dikenal masyarakat.
“Ada kekhawatiran suatu saat nanti tidak ada lagi yang menciptakan lagu anak-anak dan tidak ada lagi yang memutarkan lagu daerah. Yang muncul justru tren joget dan konten media sosial yang terus berganti,” kata dosen Universitas Satya Terra Bhinneka tersebut.
Dalam kegiatan itu, peserta juga mengikuti kuis kebudayaan berbasis digital untuk mengukur wawasan kebangsaan dan pengetahuan budaya Indonesia. Acara tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pelestarian budaya berbasis kreativitas dan literasi.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
